664 Hektar Lahan Terbakar di Banjarbaru Akibat Kekeringan

Banjarbaru, Duta TV – Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Banjarbaru, sejak awal Januari hingga Agustus 2026, terjadi sebanyak 114 kali kebakaran lahan.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kota Banjarbaru, peristiwa karhutla terbanyak terjadi pada Juli 2026. Hingga bulan Agustus 2026, akibat peristiwa karhutla di Banjarbaru telah menghanguskan 664 hektar lahan terbakar.
Kebakaran lahan dipicu oleh cuaca panas yang cukup ekstrem disertai tiupan angin kencang, sehingga membuat api dengan cepat menjalar.
Selain itu, persediaan air di sekitar lahan yang terbakar mulai menipis akibat kekeringan, sehingga petugas dan relawan pemadam kebakaran cukup kesulitan untuk menjangkau area lahan yang terbakar, untuk upaya pemadaman.
Pihak BPBD Banjarbaru mendata wilayah terdampak kebakaran lahan, paling banyak di kawasan lahan gambut dan rawa di Kecamatan Landasan Ulin sebanyak 46 kali dan Kecamatan Cempaka sebanyak 36 kali karhutla.
“Karhutla di Banjarbaru, dengan lahan yang terbakar seluas 664 hektar, 114 kali kejadian terhitung dari bulan Januari sampai sekarang, cukup lumayan besar di tahun 2026, wilayah paling banyak di Landasan Ulin yang merupakan lahan gambut,” kata Zaini Kalah BPBD kota Banjarbaru.
Kebakaran hutan dan lahan di Banjarbaru juga mengakibatkan kabut asap terutama di pagi hari, yang bisa menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan atau ISPA.
Pihak BPBD Banjarbaru juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Kalsel, untuk berupaya memadamkan kebakaran lahan menggunakan helikopter water bombing, serta modifikasi cuaca, dengan hujan buatan.
Reporter : Suhardadi





