30 Tahun Terpisah, Warga Arab Keturunan Indonesia Bertemu Ibu Kandungnya

DUTA TV TAPIN – Suasana haru dan terlihat di wajah Mohammed Adnan Award, warga Arab keturunan Indonesia saat bertemu dengan ibu kandungnya bernama Siti Aisyah, warga desa Kepayang, kecamatan Tapin Tengah, kabupaten Tapin yang telah terpisah selama 30 tahun.

Pertemuan 2 orang sedarah ini setelah tim relawan pencari asal Martapura yang sejak 1 minggu terakhir melakukan pencarian dengan berbekal fotocopy paspor keluaran tahun 1986, yang di serahkan Adnan melalui salah seorang staf KJRI Jeddah.

Terpisahnya atara anak dan ibu kandung ini terjadi pada saat Adnan berusia 1 tahun, ketika sang ayah bernama Muhammad Hamid Award beriniat menjemput ibu yang berada di Indonesia untuk mengurus surat izin iqomah. Namun naas sang ayah mengalami kecelakaan di Jeddah dan mengakibatkan meninggal dunia.

Semenjak itulah Adnan dan Siti Aisyah kehilangan kontak komunikasi, meski sang ibu sudah berusaha mencari dengan cara berangkat umroh namun usahanya tak membuahkan hasil dikarenakan tempat tinggal yang mereka diami dulunya sudah tergusur oleh pemerintah Arab Saudi.

“Pertama dapat WA dari saudara saya yang kebetulan kerja di KJRI, staff lokal KJRI Jeddah, dengan berbekal potocopy pasport tahun 86 dengan no Paspor A241424 proses pencariannya Alhamdulillah, meski ada liku-liku sedikit karena sungai rutas pada tahun 84-85 itu belum ada pemekaran, cuma ada 5 RT sekarang 8 RT, jadi kami dari RT ke RT, dengan kepala desa kami tanya dan setiap ada orang tua dan warung-warung kopi kami singgahi dan tanya kenal tidak dengan berbekal potocopy pasport tadi, dengan niat ingin menolong,” ungkap Abdul Malik Zainuddin, salah seorang relawan.

Abdul Malik Zainuddin, salah seorang relawan

Abdul Malik Zainuddin, salah seorang relawan

“Saya datang dari Jeddah ke Jakarta hari Jumat, kemudian saya datang dari Jakarta ke Banjarmasin untuk melihat kampung ibu saya, dan sekarang saya sudah berada di rumah ibu saya, Alhamdulillah,” ujar Mohammed Adnan Award.

Mohammed Adnan Award

Mohammed Adnan Award

“Beranak satu di musafir, akan ke Indonesia jadi musafir itu bukan handak lama, handak sementara haja, imbah handak Bulik kesini arwah meninggal, lalu kada jadi tulak, kesitu minta bawakan anak ku bulik kesini, kena ditabusi ujar haji Imi, ujar kakanya kada dibari akan dibawa, amun handak betamuan datangi ke Makah, ya di cari umroh tahun tadi tapi kada betamuan mencarinya di Makkah, urangnya di Jeddah akhirnya ketemu nih senang ngarannya anak nang lawas kada betamuan senang kalo, inya bulik kesitu biar ae bulik Inya ada gawian kalau aku ada nasif kena bedudi haja kesanam sampai ini aq hauli aja kan mehauli itu tanggung jawab anaknya karna anak ku kadeda lawan ku aku ae mehaulinya Inya jauh kan,” ujar Siti Aisyah.

Siti Aisyah

Siti Aisyah

Sebelum pertemuan ini terjadi, Mohammed Adnan sudah berusaha untuk mencari sang ibu yakni dengan cara bertanya tanya dengan setiap para jamaah asal Indonesia yang melaksanakan haji dan umroh, namun usahanya tetap tidak berhasil dikarenakan alamat di pasport ibunya tersebut kurang jelas.

Hingga suatu saat dirinya dibantu oleh pimpinan tempat kerjanya yang memberikan kabar pencarian tersebut ke KJRI setempat.

 

Reporter : Muhammad Irfansyah


Follow Me:


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *