WFH ASN Tiap Jumat Dinilai Belum Signifikan Hemat Energi

Jakarta, DUTA TV – Pakar Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah menilai kebijakan work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) dan swasta setiap hari Jumat demi menghemat energi belum menunjukkan hasil signifikan dan sekadar solusi jangka pendek.
“Kalau dilihat dari perjalanannya selama 1,5 bulan ini, memang belum menunjukkan perubahan yang signifikan, meskipun ada pengurangan,” kata Trubus, Senin (11/5/2026).
WFH justru menyebabkan pergeseran beban konsumsi energi.
Jika sebelumnya pekerja menggunakan bahan bakar minyak (BBM) untuk pergi ke kantor, kini konsumsi tersebut beralih ke peningkatan penggunaan listrik di rumah.
Pasalnya, untuk mendukung WFH, pekerja tetap membutuhkan perangkat elektronik dan akses internet yang memadai.
Hal ini, menurut Trubus, seharusnya sudah menjadi pertimbangan pemerintah sejak awal sebelum kebijakan diberlakukan.
Trubus menilai pemerintah belum bersikap tegas dalam penerapan kebijakan WFH, karena masih banyak instansi yang tidak menjalankannya.
“Jadi, program WFH ini hanya sifatnya memberi semacam solusi jangka pendek di tengah pemerintah sedang mencari solusi yang terbaik.
“Karena pada akhirnya, masyarakat tetap melihat bahwa WFH yang ada sekarang karena hanya berlaku di ASN dan sebagian swasta tidak banyak memengaruhi perilaku atau dampaknya secara langsung,” sambung dia.
Ia juga menilai pemerintah masih setengah hati dalam menerapkan kebijakan ini karena menghadapi dilema antara penghematan energi dan menjaga pertumbuhan ekonomi.
Menurut dia, jika WFH diterapkan secara ketat di seluruh sektor, aktivitas ekonomi berpotensi terganggu.(kom)





