Waspada Kampanye Negatif, Mulai Isu Gender Hingga Politik Simbol

Banjarmasin, DUTA TV — Dalam setiap perhelatan pilkada, termasuk pemilihan wali kota Banjarmasin, suhu politik akan terus menghangat.

Apalagi saat ini di Banjarmasin kontestan calon peserta akan ramai, hampir dipastikan bakal diikuti empat paslon yang akan bertarung.

Dari konstelasi yang akan bergulir, pengamat politik UIN Antasari memprediksi bakal banyak diwarnai kampanye negatif, terlebih di 9 Desember nanti akan diikuti calon perempuan, yang tentu akan dibenturkan dengan isu gender, serta kelayakan pemimpin seorang perempuan.

Lihat Juga :  HMJ Lulus Syarat Pencalonan

“Pemilu di Indonesia unik, bisa jual simbol, politik simbolis itu bisa symbol pakai peci misalnya, dan lain itu wajar saja. Konteks black campaign missal isu calon perempuan itu akan dikaitkan dengan kelayakan pemimpin perempuan menurut agama. Petahana pun pasti ada peluang black campaign berkaitan sisi kehidupan pribadi beliau, pak Abdul Haris yang juga ketua organisasi keagamaan besar, demikian akan dihadapkan dengan beragam isu kampanye negatif,” tutur Ani Cahyadi, pengamat Politik.

Lihat Juga :  Sengketa Pemilihan, KPU Sebagai Termohon

Menyikapi itu semua tentu dengan kekuatan mesin politik yang bekerja, dengan hasil akhir ditangan masyarakat sebagai pemilih. Yang jelas masyarakat berharap, siapapun yang bakal memimpin daerah ini nantinya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Tim Liputan

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *