Walikota Perpanjang Kebijakan Siswa Belajar dari Rumah

DUTA TV BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin Ibnu Sina kembali mengeluarkan Surat Edaran Tentang Kebijakan Kegiatan Bidang Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Kota Banjarmasin, berikut isi selengkapnya:

Berkenaan dengan semakin meningkatnya penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) di Indonesia dan khususnya di kota Banjarmasin, serta memperhatikan Keputusan Kepala BNPB Republik Indonesia Nomor : 13.A Tahun 2020 tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia dan Surat Edaran Mendikbud Nomor : 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalạm Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), maka kesehatan dan keselamatan siswa, guru, kepala sekolah, dan seluruh warga sekolah sebagai hal yang paling diutamakan. Untuk itu, sebagai langkah antisipatif dan preventif untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 khususnya di satuan pendidikan, disampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Memperpanjang Proses Belajar dari Rumah yang semula dari tanggal 17-31 Maret 2020 (berdasarkan SE No. 420/1170-Sekr/Dipendik/2020) diperpanjang selama 14 (empat belas) hari lagi dimulai tanggal 01 April s.d. 14 April 2020.

2. Perpanjangan dimaksud pada point 1, termasuk juga perpanjangan masa Work From Home (Bekerja dari Rumah) bagi guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan.

3. Proses Belajar dari Rumah dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :

a. Belajar dari Rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan tidak membebani siswa dengan tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.

b. Pemberian tugas Belajar dari Rumah tidak harus bersifat akademik semata, tetapi dapat juga difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup, antara lain edukasi mengenai pencegahan penularan Covid-19.

c. Penugasan diberikan dalam bentuk tugas individual yang dapat dikerjakan siswa di lingkungan rumah. Tidak diperkenankan memberikan tugas yang mengharuskan anak ke luar lingkungan rumah untuk mengerjakannya.

d. Tugas dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing siswa.

e. Dalam pemberian tugas, guru harus mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar siswa di rumah. Siswa yang kesulitan akses/fasilitas untuk pelaksanaan pembelajaran daring/jarak jauh dapat difasilitasi dengan tugas offline menggunakan buku teks pelajaran yang dimiliki siswa/dipinjami pihak sekolah atau menggunakan bahan belajar lainnya.

f. Bukti atau produk aktivitas Belajar dari Rumah diberi umpan balik oleh guru yang bersifat kualitatif dan berguna bagi siswa, tanpa harus memberikan skor/nilai kuantitatif.

g. Aktivitas Belajar dari Rumah untuk jenjang PAUD/TK dapat menyesuaikan.

4. Mengingatkan siswa untuk selalu melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti membiasakan selalu mencuci tangan, memakan makanan sehat dan bergizi, mengkonsumsi vitamin, dan tetap berolahraga di lingkungan rumah. Pembiasaan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) ini dapat pula dijadikan bahan penugasan bagi siswa.

5. Melarang siswa untuk melakukan perjalanan ke luar daerah, mendatangi keramaian,
berkumpul dengan teman-temannya di rumah atau di luar rumah, atau aktivitas lainnya di luar rumah yang melibatkan orang banyak.

6. Meminta orang tua siswa untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas anaknya selama Proses Belajar dari Rumah.

7. Apabila ditemukan gejala-gejala yang mengarah suspect Covid-19 (antara lain : demam tinggi, sakit tenggorokan, sesak nafas) agar segera melaporkan ke call center Covid-19 Banjarmasin CP. 0811 8835 566 atau mendatangi Puskesmas terdekat.

Demikian Surat Edaran ini disampaikan untuk dapat dilaksanakan. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Tim Liputan

#UPDATE CORONA KALSEL


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *