Wali Kota Cup 2026 Jiu-Jitsu Diikuti Peserta Australia dan Kalimantan Timur

Banjarmasin, Duta TV — Sebanyak 104 peserta ambil bagian dalam Kejuaraan Wali Kota Cup Jiu-Jitsu 2026 di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Sabtu siang (22/08/26).

Mengusung tema Mat Madness, kejuaraan ini menjadi ajang bagi para atlet dan pecinta jiu-jitsu untuk mengasah kemampuan sekaligus memperluas pengalaman bertanding. Peserta berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, bahkan hingga mancanegara.

Pertandingan berlangsung dengan semangat tinggi. Para peserta dari berbagai kategori berat badan dan klub menunjukkan kemampuan teknik, kekuatan, serta disiplin dalam menghadapi lawan di atas matras.

Kejuaraan ini mendapat perhatian karena turut diikuti peserta dari Australia. Peserta tersebut diketahui memiliki keterkaitan dengan Banjarmasin dan sengaja datang untuk ambil bagian dalam Wali Kota Cup Jiu-Jitsu 2026.

Bagi Pemerintah Kota Banjarmasin, kehadiran peserta dari luar daerah hingga mancanegara menjadi kebanggaan tersendiri. Sekaligus menunjukkan bahwa olahraga jiu-jitsu di Banjarmasin mulai mendapat tempat dan memiliki potensi untuk terus berkembang.

“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi para pecinta dan penghobi jiu-jitsu. Suatu kebanggaan bagi kita, karena Wali Kota Cup Jiu-Jitsu ini diikuti peserta dari Kalimantan Timur dan mancanegara. Karena saya belum paham cara bermainnya, saya sempat tegang juga tadi. Salah-salah bisa patah. Olahraga ini membutuhkan kedisiplinan dan kekuatan,” harap Muhammad Yamin, Wali Kota Banjarmasin.

Panitia menyebut mayoritas peserta berasal dari berbagai klub di Kota Banjarmasin. Perkembangan jiu-jitsu di Kota Seribu Sungai dinilai cukup positif. Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu dibenahi, terutama terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan dan perwasitan.

“Peserta berasal dari berbagai klub, tetapi mayoritas dari Kota Banjarmasin. Peserta paling jauh dari Australia. Kebetulan orang Banjarmasin, tetapi ingin mengikuti kejuaraan ini. Perkembangan jiu-jitsu di Banjarmasin cukup positif. Kami melihat tren anak muda saat ini memang masih cukup lamban, tetapi kami tetap optimistis. Kami memberikan ruang positif bagi mereka. Saat ini kendala dan kekurangan kami adalah sertifikasi pelatih dan wasit,” ucap Ignasius Rizki Perdana Salan, panitia pelaksana.

Kejuaraan Wali Kota Cup ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pembinaan atlet jiu-jitsu di Banjarmasin. Capaian pada Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov sebelumnya juga menjadi modal untuk terus meningkatkan prestasi.

Pada Porprov sebelumnya, cabang olahraga jiu-jitsu Banjarmasin berhasil meraih satu medali emas, empat perak, dan lima perunggu.

Kejuaraan Wali Kota Cup Jiu-Jitsu 2026 ini pun diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan olahraga jiu-jitsu kepada generasi muda secara lebih luas. Sekaligus membuka peluang bagi atlet Banjarmasin untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *