Tujuh Finalis Presentasikan Potensi Desa Melalui Seleksi KIM Terbaik Kalsel

Banjarbaru, Duta TV Pentingnya kehadiran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai media pelayan informasi membuat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar seleksi KIM dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel.

Tahapan seleksi sebelumnya telah mengerucut menjadi tujuh finalis KIM yang berasal dari Kabupaten Balangan, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Tabalong, dan Kabupaten Banjar.

Tujuh finalis KIM se-Kalimantan Selatan kali ini memberikan presentasi di hadapan dewan juri dengan berbagai inovasi informasi di desanya melalui seleksi KIM Terbaik Kalsel di Aula Diskominfo Provinsi Kalsel.

Para finalis dinilai langsung oleh tiga orang dewan juri, yakni Kepala Diskominfo Kalsel, Muslim, perwakilan dari Dinas PMD Provinsi Kalsel, dan perwakilan dari media Duta TV, Dr. Syaifudin.

Selaku dewan juri, Dr Syaifudin mengatakan bahwa dari ketujuh finalis yang telah memberikan presentasi, pihaknya cukup terkesan dengan perkembangan informasi di desa melalui KIM, sehingga diharapkan dapat menggali informasi dan meningkatkan potensi yang ada di desanya.

Ada 7 finalis dari Kelompok Informasi Masyarakat. Apa yang dipresentasikan menunjukkan masyarakat sudah sadar menggunakan informasi untuk meningkatkan kesejahteraan. Harapannya akan semakin tumbuh informasi di desa. Kita lihat dari finalis ada dua kelompok besar, ada yang melihat potensi di desanya dan potensi informasi di desa, kata Syaifudin, Dewan Juri Seleksi KIM Kalsel.

Kami melakukan inovasi dengan membuat grup WA yang saat ini sudah memiliki lebih dari 400 anggota. Dampaknya sangat luar biasa untuk pengembangan UMKM, selain itu juga tercakup informasi lain seperti potensi editing, agar visi misi KIM bisa terpenuhi, ujar Redha A. Rachim, Finalis KIM Desa Banyu Irang.

Sementara itu, dalam presentasi yang diberikan oleh para finalis, mereka memaparkan informasi melalui KIM dengan sejumlah inovasi untuk pengembangan wirausaha UMKM yang dikolaborasikan dengan promosi melalui media sosial seperti Instagram, WhatsApp, hingga TikTok. Selain itu, para finalis juga memaparkan potensi wisata yang ada di desa, yang bisa berkembang pesat setelah informasinya viral di media sosial melalui terobosan inovasi KIM.

Reporter: Suhardadi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *