Tracing Terbaru, 23 Pegawai BBTKLPP Banjarbaru Positif Corona

Banjarbaru, DUTA TV — Sebanyak 23 pegawai Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), terkonfirmasi positif Corona. Angka tersebut menambah jumlah klaster perkantoran yang pegawainya terpapar Covid-19.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza. Menurutnya, penambahan itu dihasilkan dari tracing ke pegawai yang pada minggu sebelumnya telah lebih dulu dinyatakan positif.

Lihat Juga :  Nekat Buka Lewati Pukul 10 Malam, Petugas Akan Police Line Tempat Usaha !

“Ya, memang banyak yang terjangkit, total 23 pegawai. Sudah minggu lalu, ada beberapa yang terkena, dan kemudian dilakukan tracing kontak erat, kemudian ada penambahan hingga 23 pegawai. Itu totalnya dari tracing pegawai di kantor mereka,” kata Mirza, saat dikonfirmasi, Kamis (3/12/2020).

Mirza mengatakan 23 pegawai BBTKLPP itu tidak ada yang dirawat di rumah sakit, karena mayoritas tanpa gejala. Saat ini semuanya tengah menjalani isolasi mandiri.

Lihat Juga :  Pjs Wali Kota Cek Penerapan Protokol Kesehatan di Bioskop Cinepolis

“Semuanya melakukan karantina mandiri, tidak ada yang bergejala berat. Aman-aman saja kondisinya sejauh ini. Kami terus memantau, mengingat mereka adalah pegawai garda terdepan untuk memeriksa spesimen swab hampir sebagian besar warga di Kalimantan Selatan. Meski demikian, pelayanan tetap berjalan, tidak lumpuh, tetap beroperasi seperti biasa.” katanya.

Dia belum bisa memastikan darimana 23 pegawai BBTKLPP itu awalnya terjangkit Corona. Namun, kata dia, dengan penambahan itu, kasus konfirmasi positif di Banjarbaru mengalami peningkatan. Masyarakat diminta segera melaporkan kondisi kesehatannya jika mengalami gejala Covid-19.

Lihat Juga :  4 Kali Kasus Naik, Balikpapan Lockdown

Data terbaru per Kamis (3/12), kasus baru positif Corona di Kalsel bertambah sebanyak 82 kasus. Dari 82 kasus itu, Kota Banjarbaru menyumbang 53 kasus konfirmasi positif. Sehingga total menjadi 1.355 kasus.(dtk)

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *