Tinjau Jembatan Km 31, Erna Lisa Halaby Harap Pekerjaan Segera Rampung

Banjarbaru, DUTA TV — Setelah menampung keluhan warga terdampak proyek Jembatan Sungai Ulin yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kilometer 31, Wali Kota Banjarbaru Erna Lisa Halaby melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek.

Keluhan muncul akibat pengerjaan jembatan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Selatan (BPJN Kalsel) yang berdampak signifikan terhadap ekonomi pelaku usaha di sekitar jembatan, yang mengalami penurunan drastis. Selain itu, pengalihan arus lalu lintas juga menimbulkan polemik sosial karena cukup mengganggu warga.

Saat peninjauan, Erna Lisa Halaby didampingi Kepala Dinas PUPR Banjarbaru, Eka Yuliesda Akbari, beserta jajaran, berharap pengerjaan jembatan dapat selesai tepat waktu.

“Mudah-mudahan proyek ini bisa cepat pengerjaannya, karena beberapa faktor dan cuaca mendukung. Supaya pengerjaan jembatan ini bisa cepat selesai, sudah ada pendekatan dan kesepakatan teknis, bagaimana nantinya pemerintah kota bisa hadir, bersama dengan camat juga,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Proyek Jembatan Kilometer 31, Bustanul Arifin, menyampaikan perkembangan progres pengerjaan jembatan Ahmad Yani Kilometer 31 dan memastikan kontrak proyek akan rampung pada November 2025 mendatang.

“Sudah kita janji (proyek) selesai di bulan November, itu yang pasti kita pegang. Di luar itu kita coba push lagi untuk meyakinkan supaya di bulan November sudah selesai. Warga pun bersepakat dengan hal itu. Sekarang tinggal bagaimana menjaga kondisi dan warga lain menaati aturan ini,” jelas Bustanul.

Puluhan warga terdampak proyek jembatan Kilometer 31 juga melakukan pertemuan dengan perwakilan BPJN Kalsel pada Selasa siang untuk membahas masalah teknis, sosial, dan dampak ekonomi. Untuk persoalan teknis, telah tercapai kesepakatan, namun warga meminta gambaran desain akses.

Begitu pula dalam permasalahan sosial, warga bersepakat agar Jalan Kartika, yang menjadi jalan alternatif, hanya diberlakukan satu arah. Sementara terkait dampak ekonomi, para pelaku usaha berharap adanya kompensasi, tetapi hingga saat ini belum ada titik temu.

Reporter : Suhardadi

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *