Tiket Pulang Diduga Palsu, Hotel Jemaah Umrah di Madinah Hanya Dibayar Satu Malam

Banjarmasin, Duta TV — Anggota DPR RI Haji Bambang Heri Purnama menceritakan langsung nasib puluhan jemaah umrah asal Kalimantan Selatan pengguna Syakira Travel yang terlantar di Arab Saudi, setibanya ia di Banjarmasin usai menjalankan ibadah umrah.
Menurut Bambang, para jemaah sempat diusir dari hotel di Madinah lantaran biaya penginapan hanya dibayarkan untuk satu malam oleh pihak Syakira Travel. Para jemaah terpaksa keluar dari penginapan dan berpindah-pindah tempat, bahkan tidur di teras masjid, dengan kondisi cuaca yang mencapai 44 hingga 45 derajat Celsius.
Penderitaan mereka semakin bertambah saat hendak kembali ke Indonesia. Tiket kepulangan yang diberikan pihak travel ternyata tidak dapat digunakan karena diduga merupakan tiket palsu atau hasil editan.
Mengetahui kondisi tersebut saat berada di Arab Saudi dan melaksanakan Jumat Berkah, Bambang Heri Purnama mengaku langsung mendatangi para jemaah, memberikan bantuan makanan, kemudian menanggung biaya pemulangan mereka ke Indonesia.
“Jadi, di Madinah itu mereka hanya menginap satu hari. Hari kedua sudah diusir dari hotel karena pihak travel ternyata tidak membayarkan biaya penginapan. Hari berikutnya mereka urunan lagi untuk membayar satu malam, lalu kembali diusir. Akhirnya mereka memutuskan berangkat ke Jeddah untuk menunggu jadwal kepulangan. Namun, saat hendak pulang, ternyata tiket yang diberikan tidak bisa digunakan karena merupakan tiket palsu,” jelas Bambang.
Sebanyak 36 dari total 38 jemaah yang berasal dari Barabai, Tanjung, dan Tabalong akhirnya dipulangkan dalam satu rombongan melalui penerbangan Saudi Airlines menuju Jakarta. Dua jemaah lainnya telah lebih dulu pulang secara mandiri.
Rombongan dijadwalkan tiba di Jakarta pada Kamis sore, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Banjarmasin menggunakan penerbangan Citilink pada Jumat pagi dan diperkirakan tiba di Bandara Syamsudin Noor sekitar pukul 09.00 Wita.
Anggota Komisi I DPR RI itu berharap para korban meminta pertanggungjawaban kepada pihak travel. Ia juga berharap kasus ini menjadi atensi pihak kementerian untuk menindak tegas travel umrah yang nakal.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





