Tebar 150 Ribu Benih Papuyu, UNISM & BPBAT Mandiangin Dorong Budidaya Ikan Lokal

Banjarmasin, Duta TV – Puluhan ribu benih ikan papuyu ditebar dalam kegiatan restocking hasil implementasi kerja sama Universitas Sari Mulia dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin, Rabu pagi. Sebanyak 50 ribu benih papuyu ditebar pada tahap pertama.

Sedikitnya total bantuan mencapai 150 ribu benih, yang akan disalurkan dalam dua tahap berikutnya. Penebaran benih ini juga menjadi bagian dari pembelajaran mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Biosains, khususnya dalam mata kuliah akuakultur dan budidaya perikanan.

Selain di lingkungan kampus, sebagian benih nantinya akan disalurkan ke desa binaan Universitas Sari Mulia di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Tak hanya berhenti pada penebaran, pengelolaan benih akan terus didampingi hingga masa panen.

Bantuan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara efektif oleh masyarakat. Pihak kampus juga berharap kerja sama ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam penerapan ilmu budidaya ikan.

“Sesuai dengan arahan pimpinan, jadi sebelumnya kita ada perjanjian kerja sama dari Universitas Sari Mulia dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin. Kemudian kita juga menindaklanjuti juga proses kerja sama, perjanjian kerja sama antara Fakultas Kedokteran Hewan dan Sains Universitas Sari Mulia dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin. Oleh karena itu, kita melaksanakan kegiatan bantuan benih ini, terutama kegiatan penebaran benih atau kegiatan restocking sebagai tindak lanjut, sebagai salah satu bentuk kerja sama kita dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Sari Mulia. Iya, kita tetap akan dampingi sesuai dengan arahan pimpinan. Kita akan dampingi bersama dengan Fakultas Kedokteran Hewan,” ujar Bambang Setyo Sihananto, Ketua Tim Kerja Bantuan Calon Induk & Benih Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin.

“Tujuan kegiatan hari ini ya sangat strategis ya, karena ini merupakan awal yang baik bagi perkembangan Fakultas Kedokteran Hewan dan Biosains (FKHB). Kami memiliki tiga prodi ya: prodi sarjana kedokteran hewan dan program pendidikan dokter hewan (profesi), kemudian satu lagi prodi biologi. Nah, tiga prodi ini akan mengawal keilmuan di bidang sapro-aquatic ini. Tentu tadi saya katakan awal, tujuannya yaitu ke depan sumber daya manusia kami akan bisa kita kelola dengan baik untuk ke arah pergerakan Tridharma tugas pokok perguruan tinggi, yaitu Tridharma Perguruan Tinggi: penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat. Memang hari ini kelihatan di pengabdian masyarakat ya, dan dari situ kita akan mengawali perkembangan keilmuan yaitu melalui proses penelitian-penelitian ya, yang kita bisa kembangkan dengan kerja sama yang baik dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin ini ya. Sehingga kerja sama ini juga merupakan tonggak sejarah sehingga pengembangan keilmuan di FKHB Sari Mulia ini akan terus berkembang. Sehingga ke depan kami mengharap keilmuan di bidang aquatik ini menjadi suatu keilmuan tersendiri sesuai dengan visi-misi kami yaitu di Universitas Sari Mulia FKHB ini, yaitu pengembangan kekayaan lokal berbasis one health. Ini tujuan kami,” tutur Prof. Dr. drh. Agik Suprayogi, M.Sc., Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UNISM.

“Tentu saja kami sangat berterima kasih kepada Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandiangin, dan tentunya kami sangat mengapresiasi terjadinya implementasi dari kerja sama dan juga PKS antara universitas bersama balai budidaya, dan juga antara kerja sama Fakultas Kedokteran Hewan dan Sains dengan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar. Dan ini adalah yang pertama kalinya, dan juga tentunya ini supaya menjadi modal ya bagi dosen kami untuk mengimplementasikan darma pengabdian kepada masyarakat yang berdampak tentunya untuk mahasiswa maupun juga untuk masyarakat. Dan tentunya juga kami sangat senang ya, semoga kegiatan ini terus berjalan dengan baik sampai nanti menghasilkan ikan yang bisa dipanen gitu. Dan ini tentunya ikan-ikan ini juga kami, selain di kampus ya kita tebar, juga akan kami tebar di desa binaan kami ya di Sungai Tabuk ya di Kabupaten Banjar. Dan tentunya masyarakat kami juga sangat senang ya menerima bantuan ini karena mereka juga di sana sudah ada pengetahuan awal ya dalam pengelolaan budidaya ikan yang diajarkan oleh para dosen kami dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat mereka,” kata Dr. Dede Mahdiyah, M.Si., CIRR., Wakil Rektor I Bidang Akademik dan SDM UNISM.

Melalui program ini, kerja sama perguruan tinggi dan balai perikanan diharapkan tidak berhenti pada penebaran benih. Kerja sama berlanjut hingga ikan berhasil dipelihara dan dipanen, sehingga manfaatnya dapat dirasakan mahasiswa sekaligus masyarakat desa binaan.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *