Ikut Entaskan Kemiskinan Ekstrem, 307 Mahasiswa Unism Turun ke Desa

Martapura, Duta TV – Sebanyak 307 mahasiswa Universitas Sari Mulia diterjunkan ke 20 desa di Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, selama 4 minggu.

Mengusung tema optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, KKN tahun ini diarahkan agar mahasiswa tidak hanya mengenali kondisi masyarakat, tetapi mampu memberikan solusi yang bisa dirasakan langsung.

Pemerintah Kabupaten Banjar menilai, tema tersebut sejalan dengan program prioritas pemerintah daerah dan nasional. Mahasiswa diharapkan menggali potensi setiap desa, kemudian mengembangkan program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjawab persoalan yang menjadi penghambat peningkatan ekonomi.

“Nah, ini sangat sesuai dengan program prioritas pemerintah daerah dan program prioritas nasional dalam rangka pencapaian Asta Cita. Jadi kami harapkan nanti program kerja yang dilaksanakan oleh para mahasiswa benar-benar bisa menyentuh permasalahan yang terkait dengan permasalahan kemiskinan ekstrem tersebut,” kata Tisnohadi Harimurti, Sekretaris Disdik Kab Banjar.

Di Kecamatan Martapura Timur sendiri, persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini cukup beragam, mulai dari kebakaran lahan, kebutuhan pemberdayaan ekonomi, hingga banjir yang hampir melanda seluruh desa saat musim hujan. Kondisi inilah yang diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi, dengan menggabungkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di kampus, dengan kebutuhan nyata masyarakat.

“Semoga bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat kami. Di masyarakat kami untuk sekarang ini masih banyak terjadi kebakaran lahan, kemudian juga perlu pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dan juga kalau musim hujan, itu di 20 desa di Kecamatan Martapura Timur ini kena banjir. Jadi sangat diperlukan bagaimana solusi,” ungkap Erena Novianty, Sekretaris Camat Martapura Timur.

Sementara itu, Rektor Unism mengatakan, program pengentasan kemiskinan juga dikolaborasikan dengan sejumlah target pembangunan berkelanjutan atau SDGs, mulai dari pendidikan yang layak, sanitasi bersih, hingga pemenuhan makanan sehat dan bergizi. Universitas Sari Mulia juga akan melakukan penilaian terhadap kelompok mahasiswa yang memiliki program inovatif, kreatif, serta memiliki daya solusi dan dampak nyata bagi masyarakat, akan mendapatkan penghargaan.

“Mahasiswa KKN itu harus bisa berinovasi, harus bisa berkreatif, karena kita KKN ini mahasiswanya 307 dengan 20 desa kita tempatkan. Jadi semoga mahasiswa kita semakin bisa berkreatif, berinovasi, dan berdaya saing internasional,” tutur Assoc. Prof. Dr. Hj. Rr. Dwi Sogi Sri Redjeki, S.KG., M.Pd., Rektor Universitas Sari Mulia.

Salah satu kelompok mahasiswa yang melakukan KKN di Desa Antasan Senor, memilih fokus mengurangi persoalan stunting, melalui penyediaan makanan sehat dan pemeriksaan kesehatan gratis. Program tersebut akan melibatkan perangkat desa serta tenaga kesehatan, sehingga diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan selama KKN, namun dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Mengurangi stunting di desa tersebut, dengan cara kami memutuskan untuk membuat makanan sehat dan juga cek kesehatan gratis yang akan kami laksanakan di desa tersebut. Nah, cek kesehatan gratis ini nanti melibatkan perangkat-perangkat desa yang ada di situ, kemudian juga karyawan di puskesmas, seperti itu,” jelas Tiara, mahasiswi.

KKN Universitas Sari Mulia sendiri sudah dilaksanakan sejak 2023, dan tahun ini memasuki pelaksanaan keempat, dengan wilayah mitra yang semakin diperluas. Melalui KKN ini, mahasiswa diharapkan mampu mengubah ilmu dan teknologi yang diperoleh di bangku kuliah, menjadi aksi nyata untuk membantu masyarakat keluar dari persoalan kemiskinan, sekaligus mendorong desa semakin mandiri dan berdaya.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *