Tanah Laut Gelar 42 Titik Pasar Murah Selama Tahun 2021

Tanah Laut, DUTA TV — Ada 42 Pasar Murah yang akan digelar Pemerintah Kabupaten Tanah Laut sepanjang tahun 2021. Hal ini disampaikan Bupati H.M. Sukamta dalam sambutannya saat membuka secara resmi membuka Pasar Murah Tahun 2021 dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah atas kerjasama antara Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Perdagangan Kabupaten Tanah Laut (Diskopdag Tala) dengan Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan pada Rabu (28/4) di Lapangan Sepak Bola Desa Batu Ampar Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut.

Lihat Juga :  Almarhum Zakariya Dinobatkan Sebagai Pahlawan Kesehatan Dari Fasyansus Tanah Laut

Setelah resmi dibuka, salah satu warga yang memanfaatkan momen pasar murah adalah Sunarsih warga Desa Tajau Mulya. Ia mengaku terbantu dengan hadirnya pasar murah karena telah meringankan harga bahan pokok untuk memenuhi pesanan rempeyeknya di bulan Suci Ramadan. Minyak goreng dipilih Sunarsih menjadi bahan utama yang ia incar.

“Buat modal untuk bikin peyek. Kalau eceran bisa lima belas ribu, kalau ini bisa lebih murah. Banyak sekali manfaatnya, meringankan warga juga,” ujar Sunarsih.

Lihat Juga :  Jalan Menuju Tebing Siring Mulai Diperbaiki Oleh PTPN XIII

Keuntungan yang dirasakan Sunarsih diperjelas oleh Bupati Tala H. M. Sukamta bahwa pasar murah memang akan memberikan dua manfaat.

“Rakyat kita pengeluaran konsumsinya jadi lenih sedikit sehingga cadangan lebih besar, kedua, UMKM (Usaha Menengah Kecil Mikro) kita omsetnya akan meningkat,” jelas Sukamta.

Berkaitan dengan pelaksanaan pasar murah tahun 2021 yang akan mencapai 42 kali, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut turut diapresiasi oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan H. Birhasani.

Lihat Juga :  Pekerja Non Formal Akan Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

“Ini terbanyak se-Kalimantan Selatan di antara Pemerintah Kabupaten/Kota lainnya,” ujarnya

Keberadaan produk olahan asli Tanah Laut dari beberapa UMKM turut diapresiasi H. Birhasani.

“Ini ajang mengenal produk lokal oleh orang-orangnya sendiri. Dibikin di Tanah Laut, dibeli oleh orang Tanah Laut,” ujarnya. (Suhardadi).

Rahmatillah


Editor & Uploader

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *