Tak Ada Hot Spot, Kasus ISPA di Banjarmasin Hampir 7.000 Kasus

Banjarmasin, Duta TV — Kabut asap masih menyelimuti Banjarmasin di pagi dan sore hingga malam hari. Hal itu berdampak pada tingginya kasus ISPA di Kota Seribu Sungai. Dari data Dinas Kesehatan Banjarmasin, ada 6.841 kasus infeksi saluran pernapasan atas atau akut.
Angka tersebut juga diprediksi bisa bertambah karena dampak kabut asap yang masih terjadi di Banjarmasin. Padahal di Banjarmasin tidak ada hotspot atau titik panas. Asap yang di Banjarmasin memang berasal dari kabupaten tetangga seperti Barito Kuala dan juga Kabupaten Banjar.
Kadinkes Banjarmasin, Yanuar Diansyah, mengimbau kepada seluruh warga Banjarmasin, agar mengurangi kegiatan mereka di luar ruangan, agar kesehatan mereka bisa tetap terjaga, dan jika beraktivitas di luar ruangan harus menggunakan masker.
“Sangat dipengaruhi spot api di kabupaten tetangga kita. Apabila banyak dan situasi arah anginnya ke BJM akan berdampak tingginya asap di BJM. Ini dapat berdampak pada kasus ISPA. Dari sini kita harus siaga, kita tidak mempunyai daerah yang kebakaran lahan,” ujar Yanuar.
Menurut data BPBD Banjarmasin, ada 27 kejadian kebakaran lahan dengan total luasan mencapai 2.828 hektare kebakaran lahan. Seluruh kejadian tersebut dipicu oleh kelalaian masyarakat. Kebanyakan kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Banjarmasin Utara dan Selatan.
Reporter: Zein Pahlevi





