Budaya Ekonomi Inspirasi

“TABARUSUK” dan “PRINSIP KEHATI-HATIAN”

BANJARMASIN-DUTATV. Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, lama saya tidak memperbincangkan dunia perbankan, akan tetapi dengan kehadiran tamu yang satu ini, fikiran saya kembali teringat tentang kehidupan dunia perbankan saat saat saya mengambil kuliah dijenjang S2  Pasca Sarjana UNAIR dua puluhan tahunan yang lewat, tesis saya mengambil judul IMPLEMENTASI PRINSIP KEHATI-HATIAN DAN KESEHATAN BANK DALAM UNDANG-UNDANG PERBANKAN, dengan pembimbing Prof.Dr. Rudy Prasetya. Tamu saya yang mengingatkan saya tersebut adalah Bapak Herawanto Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan yang ramah dan  cerdas walaupun terkesan hati-hati saat berdiskusi, dan pertemuan dengan beliau kali ini adalah pertemuan yang kedua, setelah beberapa bulan sebelumnya saya menjadi moderator dalam diskusi yang diselenggarakan oleh PHRI Kalimantan Selatan dengan menempatkan Bapak Herawanto dan Bapak Hariyadi BS Sukamdani sebagai narasumbernya.

Sahabat ! kondisi dunia perbankan sekarang tentu sudah jauh berbeda dengan saat penelitian saya di tahun 1999 tersebut, karena saat itu posisi Bank Indonesia mempunyai kewenangan pengawasan terhadap perbankan yang sekarang kewenangan itu sudah menjadi kewenangan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), namun kajian terhadap asas kehati-hatian bank masih sangat relevan dalam kerangka regulasi dan pengawasan industri perbankan yang diklaim sebagai salah satu cabang industri yang banyak diatur oleh negara. Inspirasi yang menyelimuti fikiran saya justeru ‘PRINSIP KEHATI-HATIAN” yang dalam dunia perbankan disebut juga PRUDENTIAl BANKING yang dimaknai “wise  atau bijak dalam berfikir  dan bertindak” wujudnya berupa sikap kehati-hatian bank dalam menjalankan fungsinya untuk melindungi dana masyarakat yang apa pada bank tersebut, hal ini lah yang kemudian mengingatkan saya pada kata TABARUSUK dalam petuah masyarakat Banjar.

Sahabat ! Tabarusuk itu adalah suatu sikap yang kurang hati hati dalam berjalan, sehingga kemudian kaki terperosok pada lubang di titian kayu yang dilewati, baik itu karena memang sudah ada lubangnya ataupun juga karena ada kayunya yang lapuk sehingga patah saat terinjak. Lantas kenapa orang bisa “tabarusuk tersebut ? saat kita berjalan tersebut fikiran kita tidak fokus pada jalan yang dilalui melainkan terfokus pada hal lain, sehingga kita lupa bahwa kita mestinya hati hati dalam berjalan tersebut.  Begitulah kehidupan bertutur kepada kita, terkadang fikiran kita berbeda dengan dimana tubuh kita berada, seperti saat di jalan kita ingat akan rumah kita, saat di luar kota kita kita ingat akan kampung kita, saat kita berduaan dengan seseorang, malah yang  diingat adalah orang lain dan seterusnya. Kondisi ini sering juga disebut “melamun”, yang pada saat melamun itu kita melupakan sedang dan kondisi apa kita ditempat itu dan akan tersadar dari “lamunan” itu kalau ada kejadian yang mengejutkan kita. Kondisi  Inilah seperti kenapa kita dilarang menggunakan hand phone saat mengemudi kendaraan, karena akan menjadikan kita tidak fokus lagi dalam mengemudi sehingga bisa terjadi tabarakan atau salah jalan,

Sahabat ! menyatukan fikiran dengan tempat dimana kita berada sebenarnya bukan hanya masalah kehati-hatian yang menyadarkan kita berada pada suatu situasi dan kondisi tertentu, tetapi juga berkaitan dengan “meninkmati” kehidupan itu sendiri, karena kalau tidak satunya fikiran dan tempat kita berada maka kita tidak bisa menikmati setiap perjalanan hidup kita. Istilah “TABARUSUK” selalu mengingatkan kita pada kehati-hatian dan berfokus pada satu keadaan dimana tempat dan fikiran kita disatukan, sedangkan PRINSIP KEHATI-HATIAN dalam perbankan akan selalu mengingatkan kita dalam bekerja disektor ini akan menjaga dan menggunakan dana nasabah yang diusahakan bank dengan sebaik-baiknya.

Sahabat ! HATI HATILAH PIAN KALU TABARUSUK (hati hati kalau terperosok)

Terimakasih Pak Herawanto atas kunjungannya ke Warung Paman Birin di Duta, inspirasi kopi banua dan sektor parawisata yang kita diskusikan akan saya tulis dikesampatan berikutnya.

Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *