Sungai Nagara Menghitam

DUTA TV HULU SUNGAI SELATAN – Fenomena siklus tahunan yang terjadi setelah perubahan musim kemarau ke musim penghujan membuat kondisi sungai Nagara kecamatan Daha Selatan menjadi berwarna hitam pekat dan berbau, atau yang sering disebut dengan ‘banyu bangai’ atau perubahan temparatus air yang drastis.

Hal tersebut ditenggarai akibat tumpukan lahan rawa yang awalnya kering setelah diguyur hujan mengakibatkan pembusukan, hingga mengaliri sungai nagara. Bahkan pada pertemuan aliran sungai Nagara dengan sungai tabalong, menimbulkan perbedaan warna yang sangat mencolok, dimana di satu sisi berwarna hitam pekat dan sisi lainnya berwarna kecoklatan.

Lihat Juga :  Sempat Meluap, Sungai Amandit Mulai Normal

Meski fenomena tersebut biasa terjadi setiap tahunnya, namun pada kali ini kondisi banyu bangai terbilang lebih parah dibanding tahun – tahun sebelumnya.

“Ini siklus tahunan yang terjadi setiap tahun, jadi perubahan warna air juga perubahan bau air terjadi sebenarnya tiap tahun. Ini berasal dari rumput rumput yang sudah mati entah itu dari kebakaran lahan ataupun mungkin dari kegiatan pertanian dan terkena hujan hingga mengalir kesungai dan akhirnya menimbulkan perubahan warna terhadap air,” jelas Nafarin camat Daha Selatan.

Lihat Juga :  Curah Hujan Tinggi Bersamaan Laut Pasang, Sungai Sampanahan Meluap

Terjadinya perubahan dengan kondisi air ini sendiri tidak hanya berdampak buruk bagi masyarakat, tapi juga berdampak positif bagi para nelayan, yang mana pada saat bersamaan ikan – ikan dengan mudah didapatkan mereka.

 

Reporter : Muhammad Irfansyah


Uploader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *