Strategi Pembudidaya Jamur di Tengah Pandemi

Pekanbaru, DUTA TV — Pandemi COVID-19 memukul beragam jenis usaha, termasuk wisata edukasi Rumah Jamur Nando di kota Pekanbaru, Riau. Pengelola saat ini mengandalkan penjualan hasil budidaya di tengah jumlah pengunjung yang jauh merosot. Pengelola kini menggiatkan produk olahan dan mengembangkan penjualan secara online.

Sebelumnya tempat budidaya merangkap pelatihan bisnis produk jamur yang terletak di Jalan Imam Munandar Kota Pekanbaru ini setiap bulannya dikunjungi 1000 – 1500 orang.

Bayu Fernando, Pemilik Rumah Jamur mengatakan, pihaknya mengandalkan pemasukan dari harga tiket sebesar 15 hingga 20 ribu rupiah per orang. Sementara hasil penjualan produk mencapai 6 hingga 10 juta rupiah per bulan.

Pandemi membuat kondisi berubah.  Jumlah pengunjung jauh merosot sehingga pengelola harus fokus mengandalkan pemasukan dari penjualan produk jamur. Tempat ini memanen sebanyak 10 hingga 15 kilogram jamur segar setiap harinya. Pihak pengelola mengubah jamur kering menjadi produk olahan seperti nugget jamur, abon jamur dan bakso jamur.

“Kita lebih memperluas strategi usaha kita dari segi produk, kalo sebelumnya lebih banyak produk kering, sekarang din pandemi kita mulai masuk ke produk frozen. Mau gak mau melek sama digital,”katanya.

Tempat budidayajamur nando berdiri sejak tahun 2015. Dua tahun kemudian Bayu Fernando memperluas fungsi tempat ini sebagai rumah wisata edukasi budidaya jamur sekaligus menjadi tempat pelatihan budidaya jamur untuk umkm di provinsi Riau.

Sumber:antaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *