Stok Minyakita Masih Seret, Pasokan Belum Bertambah

Jakarta, DUTA TV – Perum Bulog mengakui stok minyak goreng Minyakita di sejumlah wilayah masih sangat terbatas karena belum ada tambahan pasokan dari produsen.
Kondisi ini membuat distribusi minyak goreng rakyat itu belum merata, terutama di kawasan timur Indonesia.
Kepala Divisi Perencanaan Operasi dan Analisis Harga Bulog Muhammad Wawan Hidayanto mengatakan keterbatasan stok tersebut menjadi salah satu hambatan utama dalam penyaluran Minyakita ke pasar rakyat.
“Minyakita komersial di beberapa wilayah memang sangat terbatas, belum ada tambahan pasokan lagi dari produsen,” ujar Wawan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (27/4).
Bulog mencatat sepanjang tahun ini telah mendistribusikan Minyakita sebanyak 92 ribu kiloliter.
Dari jumlah itu, sekitar 45 persen atau setara 41 ribu kiloliter disalurkan ke pasar SPHP dan pasar rakyat.
Kendati demikian, distribusi di lapangan belum berjalan mulus. Dalam paparannya, Bulog menyebut kendala utama bukan hanya pasokan yang seret, tetapi juga biaya distribusi yang tinggi, terutama untuk wilayah kepulauan dan pegunungan seperti Maluku dan Papua.
Untuk menjangkau Papua Pegunungan misalnya, minyak harus lebih dulu dikirim ke Jayapura sebelum diteruskan ke daerah pedalaman.
Ongkos logistik model berlapis itu membuat biaya kirim melonjak, sementara subsidi ongkos angkut dari produsen dinilai masih sangat terbatas.
Bulog juga mencatat beberapa wilayah belum sepenuhnya terjangkau karena keterbatasan gudang distribusi dan minimnya modal mitra penyalur di daerah.
“Umumnya di wilayah Maluku dan Papua yang banyak terdapat kendala ini. Kami juga sudah coba untuk berkoordinasi dengan Bapanas dan Kementerian Perdagangan, utamanya terkait distribusinya agar bisa mencapai seluruh wilayah,” katanya.
Kelangkaan stok Minyakita itu kemudian ikut disorot Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir. Ia menilai terbatasnya pasokan Minyakita membuat masyarakat beralih ke minyak goreng curah, sehingga harga minyak curah ikut terdorong naik tajam.(cnni)





