Sistem Pengukur Udara Rusak, Warga Diminta Waspada

Banjarmasin, Duta TV — Kabut asap yang terjadi selama beberapa hari terakhir cukup mengganggu aktivitas masyarakat di Banjarmasin. Terlebih, kabut asap terlihat cukup tebal di sejumlah titik.
Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin hingga saat ini belum dapat mengetahui kualitas udara secara real time karena adanya kerusakan sistem pada alat ukur kualitas udara atau AQMS.
Saat ini, DLH hanya mengandalkan pengukuran kualitas udara secara manual. Hasil pengukuran baru diketahui pada keesokan harinya sehingga tidak dapat memberikan informasi kondisi udara secara langsung.
Alat pengukur kualitas udara tersebut berada di halaman Dinas PUPR Banjarmasin. Rencananya, perbaikan alat akan dilakukan oleh pemerintah pusat.
Menurut Kabid Tata Lingkungan DLH Banjarmasin Dwi Naniek Muhariyani, meski kualitas udara belum dapat diketahui secara real time, kondisi kabut asap yang cukup pekat dalam beberapa hari terakhir tetap patut diwaspadai. Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Kualitas udara sudah ada kabut asap yang masuk, kita penerima dampak. Sebenarnya kebakaran bukan di sini, kita waspada karena masyarakat terganggu. Yang pasti mengganggu pernapasan, jadi masyarakat bisa bermasker. Kita punya AQMS tapi masih terganggu sistemnya,” kata Dwi.
Sejumlah SKPD juga telah membagikan masker kepada warga sebagai upaya mengantisipasi gangguan kesehatan, terutama penyakit infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.
Reporter : Zein Pahlevi





