Setara 360 Lapangan Bola, Waduk Jatigede yang Terancam Kering Ditanami Warga Padi dan Timun

Jakarta, DUTA TV – Badan Informasi Geospasial (BIG) menyatakan kondisi kekeringan berdampak terhadap perubahan tutupan genangan di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Area yang sebelumnya tertutup air berubah menjadi daratan terbuka hingga mencapai 260,01 hektare pada September 2026.

Direktur Pemetaan Tematik BIG Gatot Haryo Pramono menjelaskan berdasarkan pemantauan citra satelit yang dianalisis melalui Piksel, memperlihatkan perubahan area yang sebelumnya tertutup air menjadi area terbuka di sisi selatan waduk.

Perubahan tersebut terekam dalam rangkaian citra satelit pada 9 Juni, 4 Juli, 8 Agustus, dan 7 September 2026. Pada awal periode pengamatan, genangan masih mendominasi area yang diamati.

“Memasuki Juli, area terbuka mulai terlihat di sejumlah tepian. Perubahan semakin jelas pada Agustus dan September, ketika daratan yang sebelumnya tertutup air tampak semakin luas,” ujar Gatot dalam keterangan tertulis, Jumat (18/9/2026)..

Menurut Gatot berdasarkan analisis citra, luas area yang mengalami perubahan dari kondisi tergenang menjadi area terbuka mencapai 138,3 hektare pada Juli.

“Luas 260 hektare tersebut setara dengan sekitar 360 lapangan sepak bola,” terangnya.

Namun, Gatot menekankan, angka tersebut tidak menunjukkan bahwa seluruh Waduk Jatigede mengalami penyusutan dengan luasan yang sama.

Pengukuran dilakukan secara khusus pada area pengamatan di sisi selatan waduk.

Warga di kawasan Cibungur, Kecamatan Darmaraja, memanfaatkan tanah di Waduh Jatigede yang muncul ke permukaan untuk menanam timun dan padi, agar bisa dipanen sebelum elevasi air kembali naik.

Salah satu warga yang memanfaatkan surutnya Waduh Jatigede adalah Acim (69).

Warga yang dulunya terdampak proyek waduk Jatigede hingga harus di relokasi ini pun menanam mentimun dan padi sembari tetap menjalankan usaha dagang.

Hasil panen nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus menambah penghasilan.

“Lumayan untuk menambah modal dagang. Dari pada nganggur, tanahnya sedang surut, saya manfaatkan untuk menanam padi dan mentimun sambil berjualan eceran,” kata Acim.

Ia menyebut permukaan air Waduk Jatigede telah mengalami penyusutan sejak sekitar tiga bulan terakhir.

Bahkan, penurunan air kali ini membuat area daratan yang sebelumnya terendam kembali terbuka cukup luas.(net)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *