Selalu Disalahkan Oleh Pasangan? Gejala Abusive Relationship

Setiap pasangan memimpikan hubungan yang harmonis, bahagia, sempurna. Kenyataanya di zaman sekarang tidak sedikit pasangan yang merasakan hal sebaliknya, baik pihak pria maupun wanita yang mengalami kekerasan dalam hubungan yang dijalaninya. Bukan hanya kekerasan secara fisik, yang lebih berbahaya adalah kekerasan secara psikis atau mental.

Hubungan yang sehat adalah hubungan yang didasari akan kepercayaan, saling mendukung, membantu dan memaafkan satu sama lain. Namun, bagaimana jika dalam sebuah hubungan salah satu selalu merasa bersalah atau disalahkan meskipun tak pernah berbuat salah? Ada yang aneh dalam hubungan tersebut. Bisa jadi ini yang disebut dengan abusive relationship.

Banyak orang yang terjebak dan tidak menyadari berada dalam hubungan yang bersifat abusive. Salah satu yang dapat disadari adalah terdapat tekanan dalam sebuah hubungan.

Tanda suatu hubungan berada dalam belenggu abusive relationship adalah keadaan dimana salah satu pasangan sering merasa disalahkan, padahal berada dalam kondisi tidak berbuat salah.

Seorang terapis dan relationship coach Sharie Stines dalam HuffPost, mengatakan bahwa emotional abuser merupakan manipulator yang canggih. Dia bisa membuat pasangannya seakan-akan menyakitinya, sehingga merasa bersalah dan berpikir apa yang dilakukan itu salah.

Terapis yang mengambil spesialisasi membantu menyembuhkan hati korban abusive relationship ini menjelaskan bahwa secara alami, korban akan merasa kasihan padanya dan merasa bersalah. Sisi polos korban dimanfaatkan dan coba dipengaruhi karena ia pintar memposisikan diri seakan – akan  menjadi korban yang tersakiti, dan menyalahkan pasangannya serta memaksa untuk mminta maaf meski seharusnya tidak ada yang perlu dipermasalahkan

Apakah kamu merasakan gejala seperti itu ? Merasa salah, walupun tak pernah berbuat salah. Jika jawabannya iya, maka nampaknya kamu harus mulai memikirkan kembali sifat hubungan yang dijalani bersamanya.

 

Penulis: Aisyah Irya
IG: @aisyahirya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *