Rekaman Permintaan Maaf Dugaan Pencurian Beredar di Medsos, Perekam Balik Dipolisikan

DUTA TV MARTAPURA Seorang karyawan toko modern di jalan Tanjung Rema Darat Martapura, dilaporkan ke Polres Banjar, Selasa (09/06) kemarin. Pasalnya video permintaan maaf atas dugaan pencurian yang melibatkan seorang ibu rumah tangga dan seorang anak, yang sempat ia rekam beredar di media sosial mencuri perhatian khususnya warga Martapura.

Video diambil pada 25 Mei 2020 sekitar pukul 20.00 Wita. ER (35) meminta maaf setelah kedapatan diduga melakukan aksi pencurian .

Dua pekan lebih berlalu, keluarga ER, tidak terima atas tayangan tersebut, dan menggandeng kuasa hukum. Pasalnya video rekaman mengakibatkan seluruh keluarga khususnya sang anak yang masih berusia 6 tahun dan sempat muncul dalam video, mendapat sanksi moral dari masyarakat.

Kuasa hukum ER, mengaku sudah melakukan upaya somasi kepada pihak toko moderen, namun diakui kurang mendapatkan tanggapan serius. Kuasa hukum pun melaporkan kasus itu ke unit perlindungan perempuan dan anak, Satreskrim Polres Banjar.

“Kami sudah berupaya melakukan somasi kepada oihak manajemen Indomaret Tanjung Rema, tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan apapun,” ujar Dede kuasa hukum ER.

Laporan yang diwakili Laskar Gepak Kalsel menilai kasus itu sangat merugikan klien, karena kasus pencurian belum terjadi, dan melibatkan anak di bawah umur.

“Kami tidak senang atas kejadian ini, kami akan mengkawal sampai selesai,” ujar Norman ketua DPW Laskar Gepak Kalimantan Selatan.

Dari informasi sementara, kasus itu masih diarahkan untuk disomasi dan diselesaikan secara kekeluargaan, namun jika tidak selesai, pihak kepolisian siap menerima laporan.

Reporter : Tarida Sitompul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *