“PUISI MAS PETIR DIMASA PANDEMIK COVID 19”

BANJARMASIN-DUTATV.COM Sahabat Secangkir Kopi Seribu Inspirasi, beberapa hari lewat saya mendapat kiriman puisi dari Sahabat Mawadan 87 Mas Petir yang tinggal di Malang, tentu saja puisi ini lahir dan terinspirasi dari suasana sekarang yang lagi pendemi virus covid 19, sebagai akademisi dan pemerhati masalah social Mas Petir menjumpai fakta social keresahan dan kecemasan masyarakat dalam menghadapi pandemic ini, dan saat itu naluri manusia cenderung untuk menyelamatkan diri sendiri, padahal secara keimanan kita yakin rejeki kita sudah di jamin oleh Yang Maha Kuasa, lengkapnya lihat dan renungkanlah puisi Mas Petir dengan judul Rezeki Hamba berikut :
REZEKI HAMBA
Seberapa butir nasi
Siapakah ikan di lautan
Asam garam dalam kuali
Sesungguhnya disiapiPikiran jumawa saja
Yang bilang masih dicari
Kerja usaha bukan mencari
Itu ikhiarmu menjemput yang sudah terjaminJadi mengapa resah hati
Mengkhawatirkan keterbatasan persediaan
Bila Tuhan menghidupkan
Maka dijamin rezekinyaPucuk daun
Sayur mayur buah-buahan
Terpungut
Dengan izinNya@malang.300320
Sahabat ! semua ada hikmahnya, begitulah orang bijak berkata, bahkan dimensi spritualitas kita juga mengatakan jujur akan hal itu, oleh karena itu saat musibah datang, pasti terkandung hikmah di dalamnya dan untuk kita pribadi, masyarakat, bangsa dan umat mesti bertafakur kepada yang Maha Kuasa tentang apa dan mengapa musibah virus ini menimpa kita. Renungan yang mendalam akan mengantarkan kita kepada nilai tertinggi dalam hidup bahwa scenario kehidupan yang ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa itu pada akhirnya akan berujung pada KEPENTINGAN KITA SENDIRI, karena disinilah esensi akan ketidakberadayaan manusia di hadapan YANG MAHA KUASA.
Sahabat ! tentu ketidakberdayaan itu mesti diisi oleh sejumlah usaha kita sebagai manusia yang diberikan akal oleh Yang Maha Kuasa, karena pararel dengan ketidakberdayaan itu ada daya dan usaha manusia dalam menghadapi bencana atau wabah covid 19 ini, oleh karena itulah kita mestinya berusaha dan tetap bergembira penuh optimism dalam hidup. Bukankah sejarah perdaban manusia yang terjadi sejak jaman Nabi dan Rasul sudah meununjukan dan memberi pelajaran kepada kita akan hal tersebut.
Sahabat ! akhirnya kita mesti berikhtiar secara zhahir dan batin untuk menghadapinya.
Berikut apa yang dikatakan Mas Petir dalam puisi keduanya.
KIATKU
Musibah datang kuhadapi
Berdiam diri
Ketahanan separuh kemenanganku
Kumenjaga sebelum mengobatiHari-hari kemarin sukses
Kugapai dengan berlari
Hari-hari kini waktunya bersimpuh
Merasakan bahagia hatiMungkin sediaan makin berkurang
Membuang lemak-lemak kerakusan
Mensyukuri yang tersisa
Mustahil Tuhan ingkar janjinyaMenghitung lupa mengaku salah
Berharap sepenuh doa
Tak selamanya hidup dijajah
Pada waktunya pasti merdekaKebebasan di penerimaanmu
Bahagia itu ada pada pikiran positifmu
Semuanya berhikmah
Berserah bukan menyerah@malang.300320
Terimakasih Mas Petir, doa dan salam kami semua.
Salam Secangkir Kopi Seribu Inspirasi.
#Semakintuasemakinbijaksana
#semakintuasemakinbahagia





