Puar Djunaidi: Bawaslu dan KPU Harus Usut Tuntas, “Kegiatan Ibadah Politik”

Banjarmasin, DUTA TV — Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Partai Golkar Kalimantan Selatan, Puar Djunaidi langsung angkat bicara terkait permasalah dugaan pemukulan oleh salah satu Timses Paslon nomor urut 2 Denny Indrayana, Rabu (31/3) pagi.

Puar menegaskan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta KPU Kalsel harus jeli terkait insiden ini.

Pasalnya dalam aturan kampanye beberapa waktu lalu diatur jika pelaksanaan kampanye tidak boleh dilalukan di fasilitas pemerintah serta rumah ibadah. Terlebih jelang pemilihan suara ulang (PSU) tidak ada aturan yang mengatur terkait kampanye.

Lihat Juga :  Usai Sholat Subuh Satu Warga Prona I Diduga Kena Pukul Tim Denny Indrayana

“Yang perlu dipahami PSU itu tidak ada kegiatan kampanye, kedua dilarang melakukan kegiatan kampanye di rumah ibadah, sementara kejadian ini terjadi ditempat ibadah” ucap Puar.

Puar menambahkan jika kegiatan yang dilakukan Denny Indrayana ini diduga ibadah politik, apalagi dilakukan di wilayah yang nantinya akan digelar PSU.

“Yang dilakukan Denny ini ibadah politik, karena sebelumnya dia tidak pernah datang ke mesjid itu, ini kegiatan politik yang harus ditindak lanjuti oleh Bawaslu dan KPU, ini jelas di wilayah PSU” tegasnya.

Lihat Juga :  Pemuda Banua Bersatu Minta Denny Indrayana Tak Lagi Beropini Liar Jelang PSU

Diketahui sebelumnya, salah seorang warga bernama Salman (62) mengalami insiden pemukulan oleh seorang timses Paslon Gubernur nomor urut 2 Denny Indrayana pada saat kegiatan subuh keliling.

Tim Liputan

Rahmatillah


Editor & Uploader

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *