Produksi Sampah Tinggi, PAUD Didorong Bentuk Bank Sampah

Banjarmasin, DUTA TV PAUD di Banjarmasin didorong untuk membentuk bank sampah. Dorongan itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kalimantan Selatan Rachmah Norlias, saat mensosialisasikan perda tentang pengelolaan sampah di PAUD Terpadu Sang Pemimpin.

Menurut rachmah, banyak sampah bekas makanan dan minuman yang dikonsumsi anak-anak setiap hari bisa dikumpulkan dan dijual kembali ke bank sampah induk.

Nilainya pun bervariasi dan bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan sampingan untuk dimanfaatkan dewan guru dalam menunjang berbagai kegiatan di sekolah.

“Sosialisasi ini di PAUD – PAUD  tu bisa membuka bank sampah dalam rangka edukasi kepada  anak-anak PAUD. Slama ini PAUD yang  melaksnaakan bank sampah di lingkungannya masih terbatas. Jadi kita harapkan dengan  sosialisasi ini lebih mendorong anak-anak PAUD utk mengedukasi anak didik dalam rangka pemanfaatan sampah, inshaallah mudahan semua bisa dilaksanakan,”jelasnya.

Bukan hanya sampah bekas makanan dan minuman, Direktur Bank Sampah Kenanga, Fatmawati yang menjadi narasumber juga menyebut banyak sampah yang kerap dihasilkan sekolah-sekolah dari berbagai kegiatan acara, seperti sampah kertas, hingga kotak-kotak snack bisa dijual dan didaur ulang.

Pasca sosialisasi , seluruh PAUD di Banjarmasin ditarget bisa membentuk bank sampah unit.

“Sampah di sekolah itu biasanya ada kertasan HVS, ada plastik bisa botol minuman, gelas minuman, itu bisa nanti disetorkan ke bank sampah. Ada nilai jual dan beda – beda harganya. Biasanya juga  ada mereka kegiatan yang  menampung kotakan sisa snack. Itu juga  bisa dihasilkan sampah dari namanya duplex. Jadi tidak harus mengambil sampah dari rumah, cukup di sekolah saja. Sangat besar potensinya di sekolah itu,”kata Fatmawati.

“Untuk  anak = anak kalau sampah – sampah itu kami guru – gurunya disimpan, dipakai, dijual lagi. Itu uangnya untuk keperluan guru – guru. Iya. Dengan adanya ini alhamdulillah mudahan-mudahan  pengetahuan kami lebih bertambah,  dengan  adanya acara ini guru-guru bisa memotivasi anak-anak,”ujar Ketua Yayasan Ar Rasyid, Rusyifah.

Dalam sosialisasi ini, para guru PAUD se-Banjarmasin diajarkan cara memilah dan memilih sampah, dimulai dari jenisnya seperti sampah organik dan non organik. Jika sudah dipilah, maka sampah non organik dalam bentuk plastikan maupun kertasan, bisa dikumpulkan untuk ditimbang, yang nilainya bisa mencapai 500 hingga 1.500 rupiah per kilogram.

 

Reporter : Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *