Prihatin, Kompol Wahyu Hidayat Sisihkan Gaji Beli Komputer Untuk Pelajar Tidak Mampu

Banjarmasin, Duta TV – Bagi siswa yang berlatar belakang keluarga mampu, kebijakan belajar dari rumah berbasis online bukan masalah. Namun bagi siswa yang berasal dari kalangan keluarga tidak mampu, ini jadi masalah tersendiri. Jangankan untuk memiliki koneksi internet, sebagian bahkan tak memiliki fasilitas lain yang mendukung progam pengganti belajar tatap muka tersebut.

Prihatin dengan kondisi tersebut, seorang anggota Polresta Banjarmasin, Kompol Wahyu Hidayat merasa terpanggil untuk membantu problem yang dihadapi oleh para pelajar tersebut. Berbekal uang yang disisihkan dari gajinya sebagai polisi, pria yang saat ini menjabat sebagai Kasat Res Narkoba Polresta Banjarmasin tersebut membeli delapan unit komputer bekas warnet yang kemudian direkondisi untuk dapat digunakan dengan layak oleh para pelajar dalam proses belajar online.

Setelah berkoordinasi dengan rekan sesama polisi, akhirnya ia mendapatkan izin untuk ‘menyulap’ lantai 2 Posko Polisi Sudimampir guna dijadikan ruang belajar, selain dilengkapi delapan komputer yang telah dibelinya, ia juga menambahkan fasilitas wifi gratis sebagai penunjang.

“Saya harap anak-anak para pedagang dan buruh kupas bawang yang ada di pasar Sudimampir dapat memanfaatkan fasilitas ini sehingga dapat meringankan beban orang tua mereka,” ujar Wahyu Hidayat.

Komputer-komputer tersebut nantinya juga dijadikan sarana belajar dan pengenalan tekhnologi bagi mereka yang belum menguasai komputer.

Anak-anak dengan riang gembira dan penuh semangat mengikuti pembelajaran online

Selain memanfaatkan Posko Polisi Pasar Sudimampir, Kompol Wahyu Hidayat juga membuat dua tempat lain yang dapat digunakan oleh para pelajar untuk mengikuti belajar proses online, yaitu di pos BPK Manggis Raya dan disamping Pos Lantas Jembatan Merdeka. Bedanya ditempat tersebut tidak dilengkapi komputer dan hanya diberi fasilitas wifi gratis.

Ditambahkan Kompol Wahyu Hidayat, ditempat yang dinamainya Pos Kepolisian Online Gratis (Poskotis) tersebut nantinya juga akan dijadikan tempat sosialisasi bahaya narkoba kepada kalangan pelajar. Karena menurutnya kalangan pelajar menjadi kelompok yang rentan terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba dan lem fox.

“Kita nanti juga akan bagikan buku pendidikan budi pekerti dan pengenalan dasar Polri secara gratis,” imbuhnya.

Tujuan pembagian buku tersebut ujarnya ialah agar para pelajar bisa membangun karakter moral dan akhlak yang baik sebagai bekal menempuh masa depannya, serta dapat mengenal lebih dekat tugas-tugas kepolisian.

“Karena ini masa pendemi corona, kita juga akan bagikan masker gratis kepada mereka. Dan meminta para pelajar yang ingin memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mencuci tangan ditempat yang telah disediakan sebelumnya,” pungkasnya.

Tim Liputan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *