Pemko Tutup TPS Liar Kuripan 10 Oktober Mendatang

Banjarmasin, DUTA TV — Dinas Lingkungan Hidup Banjarmasin bakal menutup TPS liar di kawasan Kuripan pada 10 Oktober mendatang. Pasalnya, lokasi ini sering kali dijadikan tempat pembuangan oleh warga sekitar, bahkan sampahnya hingga meluber ke jalan.
Rencananya, lokasi yang menjadi tempat pembuangan itu akan dijaga oleh petugas Satpol PP Banjarmasin. Mereka juga menyediakan tiga lokasi pembuangan pengganti atau surung sintak seperti di kawasan Sungai Bilu, Kampung Melayu, dan Pasar Kuripan.
Pihak kelurahan yang berada di sekitar lokasi pembuangan juga diminta DLH untuk melakukan sosialisasi kepada warga mereka agar tidak lagi membuang sampah rumah tangga di lokasi yang bakal ditutup oleh Pemko Banjarmasin.
Kabid Kebersihan dan Pengelolaan Sampah DLH Banjarmasin, Marzuki, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah teknis terkait itu.
“Dari hasil rapat dengan lurah dan kecamatan, mulai tanggal 10 kita tutup. Kita sudah menyiapkan pembuangan terutama surung sintak, ada tiga lokasi. Jam yang berbeda, Sungai Bilu silakan jam 4–6, Kampung Melayu arah Fakultas Kedokteran, malam jam 11–1 arah Pasar Kuripan. Jadi tak ada alasan melakukan pembuangan, sudah kami sosialisasikan juga,” ujar Marzuki.
Sementara Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, juga mengimbau kepada seluruh warga Banjarmasin agar bisa melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik sebelum membuang sampah mereka.
“Yang pasti masalah sampah ini, Banjarmasin masalah sampah belum selesai selama TPA Basirih direhabilitasi, terkait pengelolaan limbah, terkait TPS liar. Di Kuripan sempat dijaga dan kita berharap lebih sigap lagi DLH bisa memperhatikan hal tersebut. Membuang sampah disediakan, dan masyarakat sudah melakukan pemilahan agar memudahkan petugas,” ujarnya.
Sebelumnya, lokasi ini juga sempat ditutup oleh Pemko Banjarmasin dan dijaga oleh petugas Satpol PP. Namun setelah petugas tak lagi menjaga, lokasi tersebut kembali menjadi tempat pembuangan oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab.
Reporter: Zein Pahlevi





