Pembudidaya Ikan Sudah Antisipasi Pengeringan Irigasi Riam Kanan

DUTA TV MARTAPURA – Sebagian  pembubidaya ikan di sepanjang Irigasi Riam Kanan Kabupaten Banjar sudah melakukan antisipasi rencana pengeringan total irigasi. Salah satunya antisipiasi yang dilakukan dengan menggunakan air sungai Martapura dan mengurangi konsumsi ikan.

Dengan tekhnologi tepat guna, yakni mengalirkan air seperti halnya di lahan pertanian, pengusaha ikan air tawar, Junaidi bisa mendapatkan air,  sehingga proses budidaya ikan jenis nila dan ikan mas tetap bisa berlangsung.

Sedangkan bagi pembubidaya dalam skala kecil, mereka mengantisipasi pengeringan irigasi  dengan memanen ikan sejak dini dan mengganti bibit ikan, serta mengurangi pemberian makan. Dari 3 kali sehari menjadi 2 hari sekali serta mengurangi populasi ikan.

Menurut Junaidi, dengan memanfaatkan air sungai Martapura tersebut, usaha yang dilakoninya tidak terpengaruh dengan pengeringan irigasi selama musim hujan karena anak sungai yang ada di dekat kolamnya terisi air sungai.

“Dengan mekanisme pengelolaan air sungai Martapura, kami bisa membudidayakan ikan nila dan ikan mas. Apalagi untuk ikan patin, tidak ada pengaruhnya,”jelas Junaidi.

“Saya sudah menuutp air irigasi dua m inggu lalau dan sekarang hanya pembibitan. Jadi pengeringan irigasi tidak ada pengaruhnya dengan budidaya ikan,”kata pembudidaya ikan lain, M. Kastalani.

Sebelumnya, pada tahun 2013 juga dilakukan pengeringan pada irigasi Riam Kanan. Hal ini menjadi pelajaran berharga bagi sejumlah pembudidaya ikan air tawar agar dapat mengantisipasi di saat saluran irigasi dikeringkan.

 

Reporter: Tarida Sitompul

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *