Pantau Jembatan Runtuh, Komisi III Minta PUPR Segera Lakukan Penanganan dan Rencanakan Pembangunan

Banjarmasin, Duta TV – Usai menerima kabar Jembatan Saka Harang Mantuil Banjarmasin Selatan rubuh, Komisi III DPRD Kota Banjarmasin langsung meninjau kondisi jembatan yang runtuh.

Ketua Komisi III, M Ridho Akbar, bersama dengan anggota Komisi III, Nurrahman, langsung mengecek kondisi dari akses utama di wilayah Mantuil tersebut.

Melihat kondisi ini, pihak dewan segera akan berkoordinasi dan meminta Dinas PUPR untuk bisa segera mencari solusi agar akses utama warga ini bisa sementara kembali dilewati, serta mengharapkan agar segera merencanakan pembangunan jembatan baru.

“Jadi setelah kita menerima kabar, kita langsung memantau ke sini, dan kita lihat ini akses utama warga. Kami meminta agar PUPR bisa cepat melakukan penanganan dan merencanakan pembangunan ini, namun kalau bisa cari solusi dulu sementara,” kata Ridho Akbar.

“Ya, jadi kan ini adalah akses utama warga dan tidak ada jalan lagi. Jadi kita minta nanti PUPR untuk bisa membangunkan jembatan yang kokoh sekalian, dan ini harus cepat,” ujar Nurrahman, Anggota Komisi III DPRD Kota Banjarmasin.

Perbaikan Total Jembatan Saka Harang di Awal 2027

Sementara, pascaruntuhnya Jembatan Saka Harang di kawasan Mantuil akibat dilalui truk bermuatan berat, Minggu kemarin, Dinas PUPR Banjarmasin baru akan melakukan pembangunan Jembatan Saka Harang yang baru pada awal tahun 2027 mendatang, dengan anggaran APBD murni Banjarmasin 2027.

Jembatan Saka Harang ini diketahui sudah berumur 30 tahun dan hanya dilakukan pemeliharaan saja. Untuk pembangunan Jembatan Saka Harang nantinya juga akan berkolaborasi dengan Dinas PUPR Provinsi Kalsel. Pasalnya, jalan tersebut merupakan jalan strategis milik Provinsi Kalsel.

Menurut Kadis PUPR Banjarmasin, Chandra, dalam waktu dekat mereka juga bakal membuat Detail Engineering Design atau DED untuk Jembatan Saka Harang. Ia juga belum memastikan apakah jembatan baru itu masih berbahan kayu atau beton. Yang pasti, jembatan itu akan dibuat lebih kuat dan tahan lama.

“Jembatan tersebut memang berumur 30 tahun. Perbaikan hanya pemeliharaan saja. Kita laksanakan perbaikan total di awal 2027 nanti. Jalan tersebut di tahun 2023 lalu jalur strategis provinsi. Sudah koordinasi dengan provinsi, kita sinergi. Kita buat DED-nya nanti, lebih baguslah,” jelas Chandra.

Sedangkan untuk anggaran, Chandra juga belum bisa memastikannya karena menunggu hasil dari Detail Engineering Design yang bakal mereka buat dalam waktu dekat.

Reporter : Ade Yanuar, Zein Pahlevi

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *