Sosial

Nyinyiri Kinerja Relawan di Medsos, Warganet ‘Dipolisikan’

DUTA TV MARTAPURA – Barisan Pemadam Kebakaran swasta di kabupaten Banjar terkena imbas negatif akibat peristiwa pembuangan bangkai ikan di sungai riam kanan, yang berdampak pada berkurangnya ketersedian air bersih.

Dampak tersebut berupa ujaran kebencian dari salah satu warganet, salah satu pengguna medsos berinisal AR, warga Martapura, sempat memposting kalimat nyinyir di status jejaring sosial terhadap barisan Pemadam Kebakaran, karena tidak mendapatkan air bersih, padahal barisan pemadam berjibaku membagikan air beraih dengan sukarela.

Postingan nyinyir itu akhirnya berujung komentar negatif dan para barisan Pemadam Kebakaran meminta oknum warganet itu membuat perjanjian di Polsek Martapura kota.

Pasca dimediasi AR didampingi suaminya, akhirnya menyampaikan permohonan maaf atas kesalahannya tersebut, sekaligus berjanji tidak memgulangi perbuatannya/

“Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pemadam kabupaten Banjar,” sesal AR yang berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

“AR telah melakukan iktikad baik dengan meminta maaf kepada kawan-kawan BPK khsusunya kabupaten Banjar yang beberapa hari ini sudah menyuplai air bersih,” jelas Ahmad Syarief.

Wargapun dihaimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media social, sementara  pihak organisasi buser 690 Banjar juga berharap Pemkab Banjar bisa lebih respon membantu air bersih, dan meminta warga bisa bersabar menunggu pembagian air bersih.

 

 

Reporter : Tarida Sitompul


Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *