Mulai PTM, 140 Santri Pesantren Intan Ilmu Divaksin

Barito Kuala, DUTA TV — Satu persatu santri Pondok Pesantren Intan Ilmu yang berada di Kabupaten Barito Kuala ini disuntik vaksin oleh petugas medis.

Mereka menjalani vaksinasi pertama menyusul sudah mulai melakukan proses pembelajaran tatap muka. Salah satu santri mengaku sempat takut namun vaksinasi harus tetap mereka ikuti untuk mengantisipasi tertularnya virus covid 19.

“Rasanya seperti digigit nyamuk sedikit, Iya sempat takut harapannya supaya bisa mencegah diri saya sendiri dari covid 19,” ucap Adryan Fiqri Shadiqa, Santri.

Sementara, pelaksanaan vaksinasi sendiri merupakan gelaran OJK menggandeng pihak Kadin, REI dan IMA bekerjasama dengan Pemkab setempat dengan total vaksin yang disediakan sebanyak 2.500 untuk 4 kabupaten kota termasuk di Batola.

“Kegiatan vaksin hari ini menyasar santri yang mendapat vaksin kita berharap itu akan diikuti oleh pesantren lain dan pendidikan lain agar anak bangaa kita bisa sehat dan prepare untuk menghadapi covid 19, Karena secara umum banyak menyasar maysarakat umum vaksin ini, kali ini menyasar pesantren karena mengganggap pesantren lebih jauh padahal mereka juga sseperti masyarakat pada umumnya,” tutur Royzani Sjachril, Badan Pengawas Organisasi DPD Rei Kalsel.

Royzani Sjachril, Badan Pengawas Organisasi DPD Rei Kalsel.
Royzani Sjachril, Badan Pengawas Organisasi DPD Rei Kalsel.

“Kami menyambut baik santri ini luar biasa antusiasnya tinggi sekali hari ini 143 yang divaksin semoga bisa menutus rantai lenyebaran covid 19 dan lancar sampai vaksin berikutnya,” ucap Anjar Wijaya, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kabupaten Batola.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur mendapat bantuan dari OJK memfaislirasi vaksinasi dengan lrogeam ini inshaallah lebih memudahkan segala macam kegitan pesantren. Alhamdulillah kita sudah tatap muka sehingga vaksin ini sangat membantu sekali,” kata Arif Usman Anugraha, Kepala Tsanawiyah Ponpes Intan Ilmu.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala, kasus covid aktif di Batola sebanyak 20 orang. Batola sendiri termasuk kabupaten yang saat ini berada di level III menyusul 11 dari 17 kecamatan yang ada tercatat nol kasus.

Reporter : Evi Dwi Herliyanti

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *