Milad Ke-74 HMI, Kokohkan Nilai Islam & ke-Indonesiaan

BANJARMASIN, DUTA TV Badan Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalselteng, menggelar dialog publik dalam rangka milad ke-74 tahun, di Gedung Pemuda, Selasa (9/2/2021) kemaren.

Dalam kiprah 74 tahun organisasi perjuangan ini, HMI komitmen terus memberi sumbangsih bagi pembangunan negeri dari generasi ke generasi, serta mencetak pemimpin masa depan yang berdaya saing.

Ketua BADKO HMI Kalselteng, Zainuddin mengungkapkan, di hari lahirnya yang sudah tak lagi muda, HMI berkomitmen memperkuat prinsip keindonesiaan dalam bingkai Keislaman.

“Dua prinsip itulah yang harus kita turunkan kepada para kader dan generasi HMI sebagai penerus bangsa,” ucapnya di sela pembukaan dialog publik yang dilakukan di lantai dua Aula Gedung KNPI Kalsel, Selasa (9/2) siang.

Dialog publik yang digelar ini, juga sekaligus meneguhkan para kader yang berhimpun dalam perkumpulan ini dapat sama sama berjuang mewarnai pembangunan negeri.

“HMI tetap berkomitmen untuk menggenggam Pancasila sebagai landasan organisasi dan tetap mengkritisi pemerintahan dalam hal substantif dalam mewujudkan Indonesia yang berkemajuan, ” pungkasnya.

Dalam agenda dialog publik bertajuk ‘Implementasi Gagasan Keindonesiaan HMI dan Mewujudkan Indonesia Yang Berkemajuan,’ juga turut hadir Kapolda Kalsel Irjenpol Rikwanto yang berkesempatan memberikan pencerahan kepada kader organisasi kepemudaan di Banua, khususnya dalam kewaspadaan terhadap upaya Disintegrasi Bangsa.

“Karena organisasi merupakan jembatan bagi anak bangsa untuk menggapai cita-cita, Kita harus ingat perjuangan founding father bangsa kita yang telah mengucurkan keringat bahkan darah untuk memperjuangkan kemerdekaan yang saat ini kita nikmati. Jadi, saya berharap HMI bukan generasi yang hanya menikmati kemerdekaan. Tapi juga harus mengembangkan dan berkontribusi untuk kemajuan negara,” pungkasnya.

Menurut orang nomor satu di Kepolisian Kalsel ini, untuk menghindari perpecahan di masyarakat, ia juga meminta agar setiap kader organisasi kepemudaan diberi bekal untuk mencintai tanah air.

Kemudian pendidikan kepemimpinan yang mempunyai visi dan cita-cita yang mulia dalam bernegara. Lalu mampu berperan sebagai problem solving atau pemecahan masalah.

“Kalau ciri-ciri itu ada dalam diri. Insya Allah kedepannya generasi bangsa kita akan maju,” tutup Rikwanto.

 

Repoter : Fadli Rizki


Uploader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *