Masjid Ba’angkat Wasah Hilir, Bukti Sejarah Penyebaran Islam di Bumi Antaludin

Simpur, DUTA TV — Masjid Su’ada atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Ba’angkat menjadi salah satu bukti sejarah penyebaran agama islam di Kalimantan Selatan khususnya di wilayah Bumi Antaludin.

Masjid yang terletak di Desa Wasah Hilir Kecamatan Simpur Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini didirikan oleh buyut dari ulama besar Kalimantan Selatan, Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kelampaian yang bernama H. Abbas Bin H. Abdul Jalil beserta Syeikh H. Muhammad Sa’id bin H. Mayasin pada 28 Zulhijjah 1328 H  atau tahun 1908.

Lihat Juga :  Pelantikan Angkatan Muda Masjid Muhammadiyah Al-Muhajirin

Menurut Imam Masjid Su’ada Ahmad Kamal, dinamakan Masjid Ba’angkat karena bentuk bangunannya yang menyerupai rumah panggung dengan lantai yang diangkat agar tidak menyentuh tanah, dengan tujuan mengantisipasi ancaman bencana banjir serta binatang buas pada kala itu.

Iapun menceritakan asal mula didirikannya tempat ibadah tersebut.

“Awal – awal pendiriannya beliau ini datang ke desa wadah hilir ini mulai dalam pagar mengikuti rombongan pangeran Antasari. Setelah sampai di daerah Simpur Kalumpang beliau berpisah dari rombongan menuju kampung wadah lalu pangeran Antasari menuju daerah pegunungan di Padang Batung. Karena murid sudah banyak yang berguru dengan beliau lalu beliau punya pikiran hendak membikin masjid yang lebih besar ini. Lalu beliau mendirikan masjid ini dengan bahan bangunannya berupa kayu ulin yang didatangkan dari Barito dan sedikit dari Nagara,”jelasnya.

Lihat Juga :  Ribuan Jemaah Padati Masjid Sabilal Muhtadin Meluber ke Luar

Masjid Ba’angkat memiliki mimbar berukiran sulur kelopak bunga dengan kaligrafi Arab yang masih berdiri kokoh sejak awal pembangunan, yang kini menjadi daya tarik tersendiri bagi para jamaah dari berbagai daerah.

Meski masjid tersebut sudah berusia lebih dari 100 tahun, namun seluruh bangunannya masih terlihat kokoh.

Kini Masjid Su’ada atau Masjid Ba’angkat menjadi salah satu cagar budaya yang dilindungi oleh undang undang serta masih aktif digunakan oleh masyarakat sekitar untuk melaksanakan shalat 5 waktu dan kegiatan keagamaan lainnya.

Lihat Juga :  Hasnur Group Kembali Berbagi  ke 5 Tempat Ibadah

 

Reporter : Muhammad Irfansyah

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *