Mahli Sang Pengrajin Busur Panah

DUTA TV HSS – Seperti ini lah kegiatan Mahli Majedi, warga desa Kapuh, kecamatan Simpur, kabupaten Hulu Sungai Selatan, dalam membuat busur panah. Dimana beberapa batang pipa paralon yang telah dipotong dan di panaskan sebelum akhirnya di pres dengan menggunakan cetakan kayu.

Pipa – pipa paralon ini nantinya akan digunakan sebagai pegas dalam busur, sedangkan untuk pangkal busurnya, ketua RT 03 ini menggunakan kayu sungkai atau kayu lurus, karena memiliki tekstur serat yang bagus serta mudah diolah, pembuatan busur panah ini berawal dari tausiyah yang disampaikan salah satu pemuka agama di kawasan tersebut, tentang olah raga yang digemari baginda nabi besar Muhammad SAW yakni memanah, hal itu lah yang menjadikan inspirasi dirinya hingga tercetus pembuatan busur.

“Untuk pembuatan panah dimulai dari tahun 2017 lalu dipertimbangkan, lalu untuk mencoba awalnya dicoba-coba, pas sudah dapat hasil yang diinginkan lalu coba dipasarkan, untuk busur karna ini busur untuk kelas pemula, jadi ini yang pertama bahannya dari pipa PVC dan untuk resernya terbuat dari kayu Sungkai,” terang Mahli Majedi.

Mahli Majedi

Mahli Majedi

Dalam sehari, Mahli mampu menyelesaikan dua set busur panah, dimana pengerjaannya sendiri terbilang cukup rumit dan harus memerlukan ketelitian, agar setiap sisinya dapat memiliki ukuran yang sama. Hingga kini produk yang dibuatnya sejak 3 tahun lalu sudah mampu terjual kurang lebih seribu set busur ke berbagai wilayah, dimana banyak peminatnya adalah para santri pondok pesantren baik di dalam maupun luar pulau Kalimantan.

“Pemasaran pertama dari mulut ke mulut, lalu Facebook, lewat online, untuk penjualan sudah sampai kabupaten-kabupaten, lalu ke provinsi, dan keluar pulau, paling jauh ada yang Sulawesi, dan pulau Jawa, harapnnya pada pemerintah itu untuk para pengrajin-pengrajin seperti kami ini sekiranya bisa dapat diperhatikan dan dibantu untuk pemasaran,” tambahnya lagi.

Untuk pemasaran sendiri dirinya hanya mengandalkan pesan berantai dari mulut ke mulut, serta melalui pasar online dengan harga yang relatif murah, yakni busur ukuran anak – anak seharga Rp225.000,-,ukuran sedang Rp275.000,-, dan ukuran dewasa seharga Rp300.000,-.

Reporter : Muhammad Irfansyah

#UPDATE CORONA KALSEL

Slider

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *