Mahfud : Bongkar Jaringan Penusuk Syekh Ali Jaber

Jakarta, DUTA TV — Menteri  Koordinator Hukum dan HAM (Menkopolhukam), Mahfud MD meminta agar aparat keamanan Lampung membongkar jaringan dan motif pelaku penusukan dai kondang Syekh Ali Jaber.

“Pelaku penusukan adalah musuh kedamaian dan perusak kebersatuan yang memusuhi Ulama sehingga harus diadili secara fair dan terbuka serta dibongkar jaringan-jaringannya yang mungkin ada di belakangnya,” jelas Mahfud seperti tertulis dalam keterangan resmi, Minggu (13/9).

Mahfud pun menginstruksikan agar aparat keamanan Lampung supaya segera mengumumkan identitas pelaku, dugaan motif tindakan, dan menjamin bahwa proses hukum akan dilaksanakan secara adil dan terbuka.

Mahfud memuji peranan Syekh Ali Jaber yang kerap membantu pemerintah dalam amar makruf nahi munkar dalam kerangka Islam rahmatan lil alamiin, Islam sebagai rahmat dan sumber kedamaian di dunia, Islam wasathiyyah.

“Selama ini beliau selalu berdakwah sekaligus membantu satgas Covid-19 dan BNPB untuk menyadarkan umat agar melakukan sholat di rumah pada awal-awal peristiwa Corona,” tuturnya.

Kronologi

Penusukan terjadi ketika Syekh Ali Jaber tengah mengisi acara ceramah di Masjid Afaludin Tamin Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung, Minggu 13 September 2020 sore sekitar pukul 16.30 WIB.

Kejadian tersebut bermula ketika pendakwah kondang Syekh Ali Jaber sedang mengisi acara wisuda hafidz quran sekaligus mengisi ceramah di Masjid Afaludin. Tiba-tiba, pelaku penusukan berusia 26 tahun berlari naik keatas panggung dan menusuk Syekh Ali Jaber mengunakan senjata tajam jenis pisau.

Syekh Ali Jaber langsung mengelak, sehingga tusukan pisau pelaku hanya mengenai lengan kanannya. Pelaku langsung diamankan jemaah dan kemudian ditindak oleh kepolisian setempat. Syekh Ali Jaber pun dilarikan oleh para jamaah yang hadir dalam acara tersebut ke Puskesmas Gedong Air, Tanjungkarang Barat untuk mendapatkan perawatan medis.

Pasca peristiwa penikaman tersebut, Syekh Ali Jaber langsung melanjutkan program dakwahnya di tempat lain di Kota Bandarlampung. Penjagaan ketat akan dilakukan pada acara dakwah yang tertutup maupun terbuka guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan terulang kembali. (cnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *