Konsolidasi Akbar Pemuda Borneo Prihatin Mengenai Tidak Adanya Menteri di Kabinet Kerja Pertama

DUTA TV JAKARTA – Tanggal 26 Agustus 2019 bertepatan dengan hari Senin merupkan sebuah sejarah yang tidak pernah terlupakan dan akan dicatat di dalam buku sejarah Indonesia saat mengumumkan pemindahan ibu kota republik Indonesia ke kabupaten Penajam, Paser Utara, dan kabupaten Kutai Kartanegara provinsi Kalimantan Timur.

Borneo muda yang terkumpul dari berbagai elemen pemuda se kalimantan yang berada di Jakarta maupun yang berada di Kalimantan meyakini bahwa keputusan dari presiden tersebut adalah hal yang paling baik, dimana sudah ditinjau dari sisi akademis, sisi sosial, sisi kultural dan sisi pembangunannya. Serta kami juga akan terus mengawal perkembangan pemindahan ibu kota ini.

Lihat Juga :  Kantor Imigrasi Kelas II TPI Batulicin Serahkan Bantuan Kepada Warga yang Terdampak Covid-19

Dalam waktu dekat pihaknya akan melangsungkan kegiatan pada tanggal 6-7 September 2019, bertempat di Gedung Juang Jakarta. Tujuan dari kegiatan tersebut untuk menyatukan persepsi mendukung sepenuhnya perpindahan ibu kota negara republik Indonesia ke Kalimantan dan untuk memperjuangkan minimal ada satu orang yang akan menjadi menteri di kabinet kerja jilid 2 nantinya, serta menjadi ajang silaturahmi bagi pemuda pemudi Kalimantan dan juga menjadi urun rembuk bagi pemuda Kalimantan.

Koordinator stering comitte Konsolidasi Akbar Pemuda Borneo sekaligus salah satu presidium nasional Borneo muda dari Kalsel Ahmad Zaki mengatakan, banyak hal yang melatar belakangi gagasan acara Konsolidasi Akbar Pemuda Borneo tersebut, diantaranya urun rembuk mengenai kondisi kekinian yang ada di Kalimantan,  “dalam hal ini sejauh mana perusahaan – perusahan  yang ada di bumi Kalimantan, apakah sudah mensejahterkan masyarakat Kalimantan? dalam artian kepedulian terhadap masyarakat Kalimantan lah” tuturnya.

Lihat Juga :  Bantuan Kemensos Mulai Disalurkan

Selain itu pihaknya juga berkeinginan kalau presiden juga melihat potensi masyarakat yang menjadi team eksekutor untuk menjalankan visi-misi yang diiinginkan oleh presiden, atau yang sering disebut menteri atau pembantu presiden untuk mengeksekusi semua program dari pak Jokowi dalam 5 tahun kedepan.

Agenda kegiatan nantinya dibagi beberapa sesi dialog, dan rencananya akan dibuka langsung oleh menteri dalam negeri atau kepala staf kepresidenan.

Lihat Juga :  Papalapar dan Sudut Kafe Berikan Makan Siang Untuk Nakes

Beberapa narasumber yang sudah bersedia berhadir yaitu Gubernur Kalimantan Utara, Rektor Universitas Mulawarman Prof. Dr. H. Masjaya, Rektor Universitas Kutai Kartanegara Erwinsyah, SH,SE,M.Si,C.La. Bapak Dr. Agustin teras narang anggota DPD RI, dan mantan gubernur kalteng bapak Cornelis, bapak Dr. Ir. M. Fhansurullah asa kepala BPH Migas, dan masih banyak lagi tokoh-tokoh nasional asal Kalimantan lainya.

 

Reporter : Rahmatillah

Redha Aulia R


Uploader.
Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *