Kompak Mengenang Semangat di Masa Muda, DWP Kalsel & Mitra Organisasi Kenakan Seragam SMA

Banjarmasin, Duta TV — Nuansa berbeda terlihat dalam kegiatan yang dihadiri para perempuan dari TP PKK Kalimantan Selatan, Dharma Wanita, serta sejumlah organisasi perempuan di Kalimantan Selatan. Mereka kompak mengenakan seragam SMA, seolah kembali ke masa ketika pendidikan, persahabatan, dan semangat kebersamaan mulai tumbuh di bangku sekolah.
Pilihan seragam ini bukan sekadar tema busana. Seragam putih abu-abu menjadi simbol untuk kembali mengenang jasa para guru, nilai-nilai pendidikan, serta perjuangan yang telah mengantarkan generasi saat ini hingga berada di titik sekarang.
Momentum ini tentu selaras dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat 17 Agustus dihidupkan melalui lomba menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan lagu perjuangan.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kalsel, Hj. Masrupah Syarifuddin, mengakui, lantunan lagu nasional menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dirasakan saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan. Nilai perjuangan itu kemudian diteruskan melalui peran generasi masa kini dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pertama, kita merayakan ulang tahun Provinsi Kalimantan Selatan. Kedua, memperingati Hari Kemerdekaan kita. Yang ketiga adalah hari kelahiran ulun. Ulun lahir 28 Agustus. Jadi kalau tanggal Agustusan ini saya teringat sekali, kalau di mana masa-masa remaja saya sering ikut Paskibraka. Selama SMA, saya pernah ikut Paskibraka 3 kali, Paskibraka 3 tahun, alhamdulillah. Di mana saya berguna, bagaimana perjuangan para pahlawan, perjuangan para guru-guru kita yang sampai segini… sampai sekarang ini kita pintar gara-gara guru-guru kita,” ungkapnya.
Di tengah suasana penuh kenangan ini, kegiatan juga dirangkai dengan tasyakuran milad Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Masrupah Syarifuddin. Namun, momentum milad dimaknai lebih jauh sebagai ruang untuk bersyukur, berbagi, sekaligus melakukan refleksi atas perjalanan hidup dan pengabdian.
Kebersamaan para perempuan dari berbagai organisasi di Kalimantan Selatan ini, turut memperkuat pesan agar semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian, kebersamaan, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
“Jadi hari ini saya merayakan selamatan milad saya. Kemarin saya berbagi tempat pos pemadam kebakaran yang ada di Banjarmasin. Saya berbagi kemarin, berbagi nasi, ternyata para relawan itu sangat memerlukan. Lalu kemarin saya juga menyertapi membagikan sedikit rezeki untuk anak-anak yatim dan ibu-ibu janda. Di mana saya merasakan karena saya dulu orang sakit juga, enggak orang berduit seperti sekarang. Anak-anak sekarang kan hebat-hebat, kalau anak saya sekarang kan enak. Kalau saya waktu SMA itu masih orang yang enggak mampulah. Kalau belanja ya sedikit, kalau sekolah naik sepeda, naik taksi. Di sini saya mengenang, karena saya ada punya rezeki, saya nabung kemarin cukup saya untuk berbagi. Jadi ini pakai duit saya sendiri saya kumpulan sedikit-sedikit. Untuk berbagi kita syukuran sedikit biar sama-sama merasakan,” sambung Hj. Masrupah.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan tausiyah yang memberikan penguatan nilai keagamaan dan refleksi kehidupan. Suasana semakin kental dengan nuansa lokal melalui penampilan kesenian madihin.
Kesenian khas Banjar ini menjadi bagian penting dalam kegiatan, sebagai bentuk kecintaan sekaligus upaya melestarikan budaya Kalimantan Selatan agar terus hidup dan dikenal oleh generasi muda. Bukan sekadar mengenang masa lalu, momentum ini juga diharapkan menjadi pengingat untuk terus berbuat baik, memperkuat kebersamaan, dan mewariskan nilai perjuangan serta budaya kepada generasi berikutnya.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





