FJP Kalsel Dorong Jurnalisme Berintegritas dan Berperspektif Gender

Banjarmasin, Duta TV — Forum Jurnalis Perempuan Kalimantan Selatan menggelar diskusi refleksi bertema “Perempuan dan Media, Merawat Kedaulatan Informasi, Menebar Keadilan”, yang berlangsung di WKK, Sabtu siang.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi insan pers untuk membahas tantangan jurnalisme, sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan pemberitaan yang benar, berimbang, beretika, dan mengutamakan kepentingan publik.
Ketua FJPI Kalsel Sunarti menilai, tantangan jurnalisme saat ini tidak lagi sekadar menjadi media yang paling cepat menyampaikan informasi.
Di tengah banjir informasi dari berbagai platform, media justru dituntut mampu menjadi sumber informasi yang kredibel.
Karena itu, prinsip saring sebelum sharing dan verifikasi sebelum publikasi harus tetap menjadi pegangan jurnalis.
Perkembangan media sosial dan kecerdasan artifisial atau AI disebut membuat tantangan jurnalisme semakin kompleks.
Jurnalis dituntut mampu membedakan fakta, opini, manipulasi, hingga informasi menyesatkan.
Sunarti menegaskan, kedaulatan informasi merupakan hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, akurat, dan dapat dipercaya.
Karena itu, media harus terus menjaga kepercayaan publik dengan menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional.
“Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi. Bagi jurnalis, verifikasi bukan sekadar prosedur, tetapi bentuk tanggung jawab kepada publik. Keberimbangan tidak cukup hanya dengan menghadirkan dua pihak dalam sebuah berita. Jurnalis juga harus memastikan pemberitaan tidak memperkuat stigma, diskriminasi, maupun ketimpangan, termasuk terhadap perempuan. Jurnalisme bukan sekadar tentang menulis apa yang kita lihat, tetapi tentang keberanian menjaga kebenaran, dan memastikan suara publik tetap memiliki tempat,” ujar Hj. Sunarti.
Diskusi tersebut turut menghadirkan Dr. Hj. Hastin Umi Anisah, Ketua Pusat Studi Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan LPPM ULM, serta praktisi media Dr. Ratna Sari Dewi.
Kegiatan juga diikuti perwakilan AJI, IJTI, jurnalis senior, serta keluarga besar Forum Jurnalis Perempuan Kalimantan Selatan.
Melalui forum ini, FJP Kalsel berharap diskusi tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat kualitas jurnalisme, sekaligus menjaga kepercayaan publik di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Reporter: Nina Megasari – Evi Dwi Herliyanti





