Komisi III Sebut Kalsel Perlu Balai Besar Sungai Sendiri

Banjarmasin, DUTA TV — Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahrujani berpendapat bahwa Kalsel perlu Balai Besar Sungai (BBS) tersendiri.

“BBS sebagai instansi yang banyak berkaitan dengan pengendalian banjir sebaiknya ada tersendiri bagi Kalsel yang terdiri atas 13 kabupaten/kota,” tegasnya.

Pendapat politikus senior Partai Golkar tersebut mengemuka sesudah Komisi III DPRD Kalsel melakukan studi komparasi ke Jawa Tengah pekan lalu.

Studi komparasi Komisi III yang juga membidangi lingkungan hidup itu untuk mempelajari atau mendalami pengendalian banjir di Tanah Perjuangan Pangeran Diponegoro.

Sahrujani menerangkan, Jateng dengan luas wilayah lebih kurang 34.862 km2 mempunyai 6 Balai Besar Sungai.

“Sementara provinsi kita yang luas wilayah sekitar 37.000 km2cuma satu BBS. Itupun bergabung dengan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang luasnya sekitar 54.000 KM atau satu setengah kali luas Pulau Jawa,” tuturnya.

Padahal Kalsel yang kini berpenduduk lebih empat juta jiwa dan tersebar pada 13 kabupaten/kota tiap musim penghujan tidak pernah lepas dari bencana alam berupa banjir yang memerlukan penanganan/penanggulangan lebih serius lagi.

Menurut Sahrujani, salah satu upaya penanggulangan bencana banjir dengan cara pengelolaan daerah aliran sungai (DAS).

Sebagai contoh banjir yang sering merendam Amuntai ibu kota HSU karena normalisasi sungai yang kurang terjaga secara maksimal dan rutin, sehingga luapan Sungai Balangan dan Tabalong menimbulkan bencana.(ant)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *