Kenalin ini PDSI, Organisasi Baru ‘Saingan’ IDI

Jakarta, DUTA TV — Bersama sejumlah dokter, Staf Khusus Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Brigjen TNI (Purn) dr Jajang Edi Priyanto, mendeklarasikan berdirinya Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI). Terpisah dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PDSI mengusung visi dan misinya sendiri.

Berbicara usai deklarasi, dr Jajang memastikan berdirinya PDSI tidak ada hubungan dengan pemberhentian permanen dr Terawan dari keanggotaan IDI. Namun pihaknya membuka diri seandainya dr Terawan ingin bergabung.

“Silahkan beliau tinggal di rumah yang  baru (PDSI). Jadi tidak ada kaitannya, tapi kalau beliau bergabung kami terbuka,” kata dr Jajang.

Beberapa fakta tentang PDSI terangkup sebagai berikut:

  1. Visi dan Misi PDSI

Disampaikan melalui siaran pers, PDSI mengusung visi menjadi pelopor reformasi kedokteran Indonesia yang menjunjung tinggi kesejawatan, serta berwawasan Indonesia untuk dunia demi meningkatkan taraf kesehatan masyaraka. Sementara itu, 3 misi yang diemban adalah:

  • Mengayomi dokter dengan bersinergi bersama rakyat dan pemerintah dengan membentuk organisasi yang profesional
  • Meningkatkan taraf kesehatan rakyat Indonesia dan kesejahteraan anggota
  • Mendorong inovasi anak bangsa di bidang kesehatan berwawasan Indonesia untuk dunia
  1. Terpisah dari IDI

Ditegaskan oleh dr Jajang, PDSI merupakan organisasi yang terpisah dari IDI. Pendiriannya diklaim punya ketetapan hukum dengan mengantongi SK Kemenkumham No. AHU003638.AH.01.07.2022.

“Jadi kita berdiri terpisah dengan IDI, karena kita mempunyai ketetapan hukum, jadi kita resmi diakui oleh pemerintah, kita di bawah kendali dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), kita di bawah konsil,” terang dr Jajang.

  1. Bebas memilih ikut IDI atau PDSI

PDSI mengklaim dukungan sudah ada di 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Menurut dr Jajang, dokter bebas memilih ingin bergabung dengan IDI atau PDSI.

“Pada dasarnya setelah kita deklarasikan PDSI, seluruh anggota PDSI mau tidak mau keluar dari organisasi sebelah,” kata dr Jajang.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *