Kemenhut Perkuat Pengendalian Hotspot Terutama di Kalteng dan Sumsel

Jakarta, DUTA TV – Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan yang pada pemantauan terbaru mencatat konsentrasi titik panas (hotspot) tertinggi di antara enam provinsi prioritas. Secara nasional, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi menunjukkan penurunan tipis dibandingkan sehari sebelumnya.
Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Rabu (7/10) pukul 21.00 WIB, terdeteksi 1.176 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence berdasarkan satelit NASA Terra/Aqua, NASA SNPP, dan NASA NOAA-20. Jumlah tersebut turun 25 titik dibandingkan Selasa (6/10) yang mencatat 1.201 hotspot.
Namun demikian, dinamika di enam provinsi prioritas menunjukkan perkembangan yang perlu terus diwaspadai. Hotspot high confidence tercatat sebagai berikut:
• Kalimantan Tengah: 225 titik, meningkat dari 182 titik;
• Sumatera Selatan: 224 titik, meningkat dari 71 titik;
• Kalimantan Barat: 47 titik, meningkat dari 34 titik;
• Kalimantan Selatan: 31 titik, meningkat dari 18 titik;
• Jambi: 16 titik, turun dari 21 titik; dan
• Riau: nihil, tetap nihil.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun secara nasional terjadi penurunan tipis, konsentrasi hotspot pada wilayah tertentu masih membutuhkan perhatian dan respons lapangan yang kuat. Pemantauan, patroli, dan groundcheck terus diperkuat terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit, sehingga tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar.
Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot. Karena itu, setiap indikasi tetap harus diverifikasi melalui pemeriksaan langsung untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan menentukan tindakan penanganan di lapangan.
Operasi Darat dan Udara Terus Diperkuat
Pengendalian karhutla dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, serta para pihak terkait.
Pemerintah tetap menyiagakan 61 unit armada udara, yang terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk operasi water bombing.
Operasi udara berjalan bersama penguatan penanganan di darat melalui patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan.
Perhatian khusus juga diberikan pada kawasan gambut.
Bara api dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun api di atas tanah sudah tidak terlihat.
Karena itu, pembasahan dan pendinginan dilakukan hingga lokasi benar-benar aman.(pr)





