Kemarau Diprediksi Datang Agustus – Oktober

Banjarmasin, DUTA TV — Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan memprediksi musim kemarau akan teradi di bulan Agustus hingga Oktober 2021 mendatang.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Rizali Anwar menghimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan yang dianggap sangat berdampak pada lingkungan, udara, dan aktivitas warga.

Sedangkan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan, pemerintah provinsi terus melakukan upaya pencegahan. Salah satunya akan membuat aplikasi deteksi hot spot atau titik api serta membentuk relawan karhutla.

Lihat Juga :  Polda Kalsel Gelar Rapat Penanganan dan Pengendalian Karhutla Bersama Forkopimda

Sementara itu, berdasarkan publikasi Bank Dunia (World Bank) bertajuk Indonesia Economic Quarterly Reports (IEQ), kebakaran hutan dan lahan sepanjang tahun 2019 menyebabkan kerugian Indonesia yang mencapai 5,2 miliar USD atau setara Rp 72,95 triliun.

Penghitungan kerugian ekonomi oleh Bank Dunia ini berdasarkan kebakaran hutan massif yang terjadi di 8 provinsi prioritas, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Timur dan Papua.

Lihat Juga :  BPBD Banjar Gelar Apel Siaga Karhutla di Musim Hujan

Kebakaran hutan juga diperkirakan menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,09 % dan 0,05 %  masing-masing di tahun 2019 dan 2020.

 

Reporter : Mawardi

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *