Keluarga Almarhum Ustadzah Hasanah Harapkan Tersangka Dihukum Seberat-beratnya

Banjarbaru, Duta TV — Tewasnya ustadzah muda Hasanah dalam kasus pembunuhan oleh dua orang tersangka menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarganya.
Semasa hidup, Hasanah dikenal sederhana dan penyayang, namun justru menjadi korban pembunuhan dua tersangka begal bernama Ahmad Sodikin dan Muhammad Firman Idrazat.
Ustadzah Hasanah tewas dibegal, namun tersangka hanya menemukan uang tujuh ribu rupiah dan handphone di dalam tasnya.
Dalam konferensi pers di Polsek Banjarbaru Utara, sang ibu Mudiah hadir dengan kesedihan dan mengungkapkan momen terakhir bersama anaknya yang kini tak akan pernah terulang.
Meskipun Mudiah hanya berstatus ibu sambung atau ibu tiri, namun Hasanah sudah dirawatnya sejak usia 10 tahun dan tak menyangka anaknya yang begitu baik justru menjadi korban pembunuhan. Mudiah berharap kepada aparat penegak hukum agar memberikan hukuman seberat-beratnya kepada para tersangka.
“Hari terakhir Hasanah minta dibelikan es, terus kok tidak pulang-pulang, kami mencari ke sana kemari, di jalan yang biasa dilalui. Saya sangat terpukul dengan kejadian ini dan berharap pelaku dihukum mati,” ujar Mudiah, ibunda korban.
Sebelumnya, kasus pembunuhan seorang ustadzah muda mengemuka menyusul ditemukan jasad korban di kawasan hutan Jalan Seledri, Kelurahan Sungai Ulin, Kota Banjarbaru pada pekan lalu. Polisi kemudian meringkus dua tersangka yang diduga merencanakan pembunuhan dengan motif ekonomi atau begal.
Korban bernama Hasanah yang berprofesi sebagai guru pondok pesantren dianiaya menggunakan kayu dan disekap menggunakan kain kerudung hingga tewas, namun para tersangka hanya menemukan uang tujuh ribu rupiah dan handphone di dalam tas milik korban.
Reporter : Suhardadi





