Kaum Difable Belajar Mengaji, Penyandang Bisu Tuli Ucapkan Kalam Illahi

DUTA TV BANJARMASIN – Keterbatasan karena tidak dapat mendengar dan berbicara ternyata tidak menyurutkan niat Nana dan suaminya serta sejumlah rekannya penyandang tuna rungu, untuk belajar mengaji dan mengkaji ilmu agama islam.

Pelajaran mengaji ini mereka dapatkan dari pasangan suami istri, bernama Subhan dan Cintiawati, warga jalan Ratu Zaleha Banjarmasin yang merupakan seorang ustad dan ustadzah.

Pasangan suami istri ini sudah mengajarkan mengaji sejak 6 bulan lalu kepada para penyandang bisu tuli, dengan metode yang cukup sederhana yakni pengenalan huruf melalui getaran dan multi sensoring yang menggunakan tangan sebagai syarat, sehingga mereka mampu mengenal hurup hijayah dan melafalkanya.

Meski demikian, untuk mengajarkan Nana dan semua rekanya menurut ustadzah Cintiawati tidak lah mudah, karena diperlukan kesabaran ekstra dan kasih sayang.

Hal inilah yang membuat rumah mengaji Cintiawati semakin dikenal dikalangan penyandang bisu tuli, bukan hanya dari Banjarmasin, namun juga dari berbagai daerah di luar Kalsel.

Ketertarikan pasangan suami istri ini untuk mengajar dilatarbelakangi panggilan jiwa, setelah mendengar langsung keinginan para penyandang tuna rungu yang ingin belajar mengaji dan mengkaji ilmu agama islam.

“Saya tertarik mengajarkan mengaji karena panggilan hati, mendengar langsung keinginan mereka,” ujar Cintiawati.

Berkat keuletanya, selama kurun waktu 6 bulan mereka belajar 30 muridnya kini sudah bisa melafalkan bacaan Al Qur’an dengan mengeluarkan suara yang cukup jelas.

“Untuk mengajarkan mereka waktunya relatif bisa 1 sampai 2 Minggu, pengenalan huruf hijayah, paling lama 1 bulan,” tambahnya.

Ketertarikan mengajarkan ilmu agama dan mengaji kepada penyandang bisu tuli ini Cintiawati, mendapat dukungan penuh dari sang suami, yang juga selama ini turut membantu mengajari mereka mengaji serta mengenal ilmu agama.

“Saya bantu istri ikut mengajar juga, susah mudah sama-sama belajar,” ujar sang suami, Ahmad Subahan.

Bahkan dalam mengajarkan dan mengaji ilmu agama ini, rumah mengaji Cintiawati tidak melakukan pemungutan biaya dan hal ini semua didasari dengan keihklasan untuk beramal.

 

Reporter : Ahmad Sahsada Bakti


Uploader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *