Karhutla Meluas, BNPB Kirim Water Bombing ke Kalsel

Banjarmasin, Duta TV — Makin meningkatnya angka kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan terus menjadi perhatian.
Dalam rapat bersama Komisi I DPRD Kalsel, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan menyebut hingga Selasa kemarin tercatat sudah ada 81 kejadian karhutla.
Dalam tiga hari terakhir saja terdapat sekitar 12 kejadian baru. Sejumlah titik api berhasil dikendalikan satgas darat, namun kebakaran di Kabupaten Tanah Laut masih menjadi prioritas karena berada di lokasi yang sulit diakses sehingga api masih aktif selama beberapa hari terakhir.
Kepala BPBD Kalimantan Selatan mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan kepada BNPB.
Hasilnya, pesawat Operasi Modifikasi Cuaca telah tiba dan dijadwalkan beroperasi mulai 15 hingga 21 Juli. Selain itu, helikopter water bombing dan patroli udara juga mulai didatangkan untuk mempercepat penanganan kebakaran.
Operasi udara difokuskan lebih dulu ke Tanah Laut yang memiliki luasan area terbakar paling besar dibanding daerah lainnya.
Kepala BPBD Kalimantan Selatan, Ronny Eka Saputra, mengakui masih ada titik kebakaran yang belum dapat ditangani.
“Memang ada beberapa kejadian juga yang belum sempat, belum bisa kami tangani, yaitu di daerah Tanah Laut, terkait dengan tidak adanya akses kami menuju ke lokasi. Sehingga memang sampai saat ini masih aktif titik apinya,” ujarnya.
BPBD Kalsel berharap penanganan dapat dioptimalkan melalui operasi udara.
“Namun harapan kami beberapa hari ke depan bisa tertanggulangi dengan dilaksanakannya operasi udara melalui water bombing,” tambahnya.
Ia menambahkan, “Hari ini juga akan datang nantinya bantuan unit helikopter untuk pelaksanaan operasi udara terkait dengan water bombing maupun patroli udara.”
Kendati Tanah Laut menjadi prioritas operasi udara, jumlah titik api terbanyak justru berada di Kota Banjarbaru.
Beruntung, sebagian besar masih berskala kecil sehingga mampu dikendalikan satgas darat sebelum meluas. Saat ini, BPBD juga mulai mengaktifkan posko siaga karhutla di seluruh kabupaten dan kota. Khusus di kawasan ring satu Bandara Syamsudin Noor, sedikitnya delapan posko telah disiapkan sebagai langkah antisipasi.
Status Kalimantan Selatan hingga kini masih berada pada level siaga. Selain operasi pemadaman dari udara, BPBD Kalimantan Selatan juga terus memantau potensi perubahan arah angin pada puncak kemarau Agustus mendatang yang diperkirakan dapat meningkatkan risiko penyebaran asap ke kawasan Bandara Syamsudin Noor.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





