Kanwil DJP Genjot Pajak Dari Sektor Tambang dan Perkebunan

Banjarmasin, DUTA TV — Tahun 2021 ini pandemi Covid-19 masih terjadi di Indonesia, hal itu mempengaruhi pada pendapatan pajak, tak terkecuali di Kalimantan Selatan.

Kakanwil direktorat Jenderal Pajak Kalselteng, Tarmizi mengungkapkan pihaknya akan mengoptimalisasi pendapatan pajak di Kalsel.

Pendapatan yang mereka optimalisasi untuk penyerapan di Kalsel, masih di bidang tambang dan juga perkebunan atau sawit. Bahkan dari target 14.2  triliun pajak di Kalsel, 42% lebih berasal dua sektor tersebut, sisanya dari sektor perdagangan, UMKM dan beberapa sektor lainnya.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kakanwil DJP Kalselteng, Tarmizi saat kegiatan taxpayer gathering yang juga dihadiri Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA.

Ada kegiatan itu, direktorat jenderal pajak secara resmi mereorganisasi instansi vertikal yakni wajib pajak yang kantor pajaknya mengalami penataan, salah satunya kantor pelayanan pajak, KPP, Madya Banjarmasin.

“Malam ini pengenalan penataan organisasi dari dirjen pajak kita mengumpulkan wajib pajak besar, dikumpulkan satu kantor khusus dari 14.4 triliun di Kalsel 42 % kumpul di kantor baru, dilayani optimalisasi fisiensi organisasi kita harapannya dari ketentuan yang ada insentif wajib pajak tertentu dan relaksasi, ada beberapa sektor yang menikmati seperti tambang dan CBU, tidak terdampak pada pandemi. KPP lain pratama kecil relaksasi UMKM,” kata Tarmizi Kakanwil DJP Kalselteng.

“Ada bayar pajak besar, sedang, kecil, sedang di provinsi daftar kan di provinsi, bagi hasilnya ke provinsi, jadi dihitung di Kalsel bersumber dari Kalsel, nanti kalau bagi hasil banyak juga dapatnya,” ujar Safrizal ZA Pj Gubernur Kalsel.

Selain itu, Kanwil DJP Kalselteng juga berencana meningkatkan status mereka dari WBBM atau wilayah birokrasi bersih dan melayani, menjadi WBK atau wilayah bersih korupsi.

Reporter : Zein Pahlevi

Asiah


Uploader.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *