Heboh ‘Mudik Dilarang Kami Tetap Pulang’ !

Jakarta, DUTA TV — Jagat media sosial dihebohkan dengan aspirasi warganet agar tetap mudik di tengah kebijakan pemerintah melarang kegiatan mudik 2021. Ada ‘gerakan’ yang menyampaikan aspirasinya soal keinginan tetap mudik.

Juga dicantumkan template yang bertuliskan pesan “Mudik Dilarang Kami Tetap Pulang, Lawan Plandemi dengan Silaturahmi: Fight For Freedom”

Postingan yang ada di sosial media Instagram itu langsung direspons oleh para netizen, dengan membuat foto dan template slogan. Banyak netizen berkomentar, ada yang pro dan ada yang juga kontra.

Lihat Juga :  Ada 3 Jenis SIKM di Tengah Larangan Mudik

@jery_stati**ary dalam Instagram tersebut berkomentar : Saya Tetap mendukung pemerintah, untuk meniadakan mudik tahun ini.Tapi di sisi lain sebagai warga negara yang baik, kita harus membantu kebijakan MENPAREKRAF untuk membangun pariwisata untuk wisata ke kampung halaman masing-masing. SAYA TIDAK MUDIK, SAYA HANYA WISATA KEKAMPUNG HALAMAN

@phu**adjja berkomentar soal alasannya ingin tetap mudik tahun ini. “Mau sungkem sama ortu kok di larang 😭 hidup mati Tuhan yang ngatur,bukan corona!! Pejuang rupiah yang perantauan aku doain semoga bisa pulang lebaran tahun ini dan sehat selalu”

Lihat Juga :  Covid-19 Kalsel Tambah 153 Kasus, Terbanyak Kabupaten Banjar

Pemerintah melarang kegiatan mudik tepatnya pada 6-17 Mei  2021 mendatang karena alasan masih di masa pandemi demi mencegah penularan covid-19 meluas di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)Muhadjir Effendy mengatakan angka penularan dan kematian Covid-19 masih tinggi terutama pasca-libur panjang.

Berdasarkan data Satgas Covid-19, libur Idul Fitri tahun lalu telah mengakibatkan kenaikan rata-rata jumlah kasus harian 68-93% dengan penambahan kasus harian 413-559 serta jumlah kasus mingguan berkisar 2.889-3.917. Sedangkan, persentase kematian mingguan antara 28-66% atau sebanyak 61-143 kasus kematian.(cnbci)

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *