Guru Wildan Angkat Paman Birin Dangsanak Dunia Akhirat

Martapura, DUTA TV– Ada yang berbeda dengan suasana peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, Kamis (19/11/2020) siang.

Di acara yang rutin dihelat setiap tahun di ponpes terbesar di Kalimantan ini diselipkan agenda khusus.

KH Wildan Turmuji tampil berbeda dibandingkan acara-acara maulid lainnya. Biasanya, peringatan kelahiran Baginda Rasulullah SAW diisi dengan pembacaan sholawat, ceramah dan doa. Tapi kali ada yang spesial.

Ulama besar dari kota berjuluk Serambi Makkah itu mengajak santri, santriwati, para guru, alumnus, dan hadirin yang berhadir, juga para pemirsa atau penonton (acara ini live di Duta TV dan virtual di dunia maya). Untuk mengikat tali persaudaraan.

Di zaman Rasulullah SAW hijrah, kata Guru Wildan, begitu ia kerap disapa, nabi mempersatukan kaum Muhajirin (Makkah) dengan Anshor (Madinah). Dalam ikatan persaudaraan sesama Muslim. Dunia dan akhirat.

Pada kesempatan itu, ia mengajak seluruh hadirin untuk meniru apa yang dilakukan Rasulullah SAW. “Anta akhi fiddunya wal akhirah,” ucapnya. Dan disambut seluruh hadirin dengan ucapan, “Qobilna”.

Menariknya, acara maulid ini juga dihadiri H Sahbirin Noor atau Paman Birin, Bupati Banjar KH Khalilurrahman, KH Hasanuddin, dan ulama-ulama lainnya.

Khusus untuk Paman Birin, Guru Wildan memberlakukan khusus. Ia mengajak suami Raudatul Jannah ini untul mengikat persaudaraan dunia dan akhirat pula.

Disaksikan seluruh hadirin, Guru Wildan dan Paman Birin mengucapkan “ijab”. “Anta akhi fiddunya wal akhirat”. Keduanya pun berpelukan.

lebih lanjut guru Wildan membeberkan silsilah Paman Birin yang sampai dengan syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kelampayan

“Paman Birin bin Paman Birin ini bin Abdul Somad bin Arifin. Arifin ini bersepupu dengan pimpinan ponpes Darussalam keempat (guru tuha) KH Abdul Qadir Hasan jadi Paman Birin sekeluarga Darussalam,” ujarnya.

Lebih jauh ungkap guru Wildan “kalau zuriatnya datu Sidin (Paman Birin) dari perempuan sampai ke datu kelampayan dari laki-lakinya ke pangeran Diponegoro Jawa tengah dari situ menurunnya Hamengkubuwono di Jogja.

 

Tim Liputan

Follow Me:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *