Gubernur dan Wali Kota Ajak Maba Poliban Aktif Berkegiatan di Kampus

BANJARMASIN, DUTA TV — Setelah mengikuti pembinaan mental, fisik, dan disiplin atau bintalfisdis dan bela negara di Rindam Enam Mulawarman, seribu lebih mahasiswa Politeknik Negeri Banjarmasin atau Poliban mulai menjalani masa pengenalan kehidupan kampus, dimulai Selasa pagi (12/08/25).

Pembukaan pengenalan kehidupan kampus ditandai dengan pemasangan jas almamater oleh Gubernur Kalsel diwakili Kadisdikbud Kalsel, Wali Kota Banjarmasin, Komandan Rindam Enam Mulawarman, dan Direktur Poliban.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Kalsel dan Wali Kota Banjarmasin menyemangati para mahasiswa baru agar selalu aktif berpartisipasi di setiap kegiatan kampus.

“Semoga apa yang diharapkan bisa berjalan sesuai harapan dan semoga tidak ada hal-hal yang menghambat. Selamat untuk anak-anak maba, semoga lancar menimba ilmunya. Jadilah anak muda yang cerdas, anak muda yang memiliki karakter baik, disiplin, dan juga sukses di masa yang akan datang,” ucap H.M. Yamin HR, Wali Kota Banjarmasin.

Galuh Tantri Narindra, Kadisdikbud Kalsel, mengatakan kegiatan pembinaan fisik dan mental ini bertujuan bukan hanya tentang ilmu, tapi bagaimana karakter itu dapat dibentuk.

“Hari ini mereka melaksanakan kegiatan pembinaan fisik dan mental yang tujuannya bukan hanya tentang ilmu, tapi bagaimana karakter itu dibentuk dan kita mempersiapkan anak-anak yang siap bekerja, ilmu yang tinggi, dan juga akhlak serta karakter yang unggul. Harapan saya kegiatan-kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan untuk mempersiapkan generasi muda kita untuk memimpin Kalsel dalam melaksanakan pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Kolonel Inf. Win Nindar, S.I.P., M.Han., Komandan Rindam Enam Mulawarman, berpesan agar pendidikan disiplin dan bela negara yang sudah didapat bisa diimplementasikan selama menjalani proses pembelajaran di kampus. Senada, Direktur Poliban juga berharap agar seluruh mahasiswanya betul-betul mengetahui sistem pendidikan di Poliban, termasuk fasilitas kampus dan kegiatan baik akademik ataupun non-akademik melalui pengenalan kehidupan kampus.

“Harapannya setelah bintalfisdis mereka lebih termotivasi bahwa mereka adalah komponen dari masyarakat. Setidaknya apa yang mereka lakukan, mereka adalah bagian dari generasi penerus yang akan membuat bangsa ini jaya ke depannya. Jadi, kalau ujung tombak generasi muda adalah mahasiswa yang disiplin dan punya kemauan besar, mereka akan berkontribusi besar untuk bangsa,” tegasnya.

Sedangkan Joni Riadi, Direktur Poliban, juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengenalan kehidupan kampus bagi para maba.

“Jadi hari ini kita melaksanakan pengenalan kehidupan kampus bagi para maba. Tentunya kegiatan ini beda dari bintalfisdis. Kalau bintalfisdis, mereka lebih ke bela negara, disiplin, mental yang kuat. Tapi ini arahnya ke pengenalan lingkungan, persoalan-persoalan kampus, pengenalan sistem pembelajaran di Poliban, pengenalan sarpras, dan tentunya juga pengenalan bagaimana mereka sebagai mahasiswa Poliban. Karena beda dengan universitas, kami di bidang vokasi, jadi ada hal-hal yang memang kami terapkan,” jelasnya.

Dalam pengenalan kehidupan kampus ini, para mahasiswa baru juga diberikan wawasan terkait peraturan yang diterapkan Poliban, di mana mahasiswa atau mahasiswi yang tidak masuk kuliah dan mengikuti pembelajaran selama dua hari akan diberikan surat peringatan. Jika tidak mengindahkan surat peringatan dari kampus, maka mahasiswa bersangkutan akan di-DO atau drop out.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *