Gekrafs Tanah Laut Gelar Lomba Inovasi Desain Motif Sasirangan

Tanah Laut, DUTA TV — Lomba desain motif kain sasirangan se-Tanah Laut tahun 2025 yang dinisiasi oleh Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Tanah Laut dilaksanakan di halaman Stadion Pertasi Kencana Pelaihari, Jumat (23/08/25) sore.

Ketua Dekranasda Tanah Laut, Dian Rahmat Trianto, selaku dewan juri mengatakan digelarnya lomba desain motif sasirangan se-Tanah Laut tahun 2025 untuk mencari inovasi motif dengan teknik dan pewarnaan yang baru.

Ke depannya, program dari Dekranasda Tanah Laut melalui ekonomi kreatif (ekraf) akan menghimpun mereka, terutama yang baru-baru untuk program inkubasi.

Bahkan, Dian Rahmat juga mengapresiasi inovasi desain dari kalangan generasi muda karena pengrajin kain sasirangan bisa regenerasi dengan banyaknya peserta lomba dari siswa SMK.

Pada kesempatan itu, Dian Rahmat Trianto menyampaikan pandangannya mengenai potensi produk sasirangan khas Tanah Laut.

“Seperti warna-warna alam yang bisa ditemukan di Tanah Laut, tadi muncul motif baru seperti Pantai Batakan juga laut merupakan kearifan lokal di Tanah Laut ini. Produk sasirangan di Tanah Laut sangat potensial. Tadi kita lihat dari hasil dari mereka dan kita belum tahu apakah mereka profesional atau otodidak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gekrafs Cabang Kabupaten Tanah Laut, Aditya Agung Laksono, mengajak pengrajin sasirangan untuk lebih inovatif dalam berkarya membuat motif sasirangan.

Pemenang lomba desain motif sasirangan nantinya akan dijadikan baju seragam pada puncak Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut, Desember mendatang.

Ketua Gekrafs Tanah Laut, Aditya Agung Laksono, menjelaskan bahwa lomba kain sasirangan ini kembali digelar untuk kedua kalinya. Ia menuturkan, kegiatan ini bertujuan agar pengrajin semakin berkembang dan hasil karyanya bisa lebih dikenal masyarakat luas.

“Kita sebagai penyelenggara Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Tanah Laut untuk kedua kali menggelar lomba kain sasirangan. Setelah lomba ini selesai, nanti pengrajinnya kebanjiran orderan,” ungkap Aditya.

Lebih lanjut, Aditya mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap kain sasirangan pada tahun sebelumnya cukup tinggi. Bahkan pesanan yang masuk mencapai ribuan potong.

“Bahkan tahun kemarin mencapai 4.500 sampai 5.000 potong kain sasirangan dipesan. Nantinya untuk juara lomba motif kainnya akan digunakan untuk seragam puncak Hari Jadi Kabupaten Tanah Laut dan hari-hari besar lainnya,” jelasnya.

Digelarnya lomba desain motif sasirangan juga bertujuan meningkatkan omzet pengrajin sehingga berdampak pada perputaran ekonomi di Tanah Laut yang akan meningkat.

Sementara berdasarkan hasil penilaian dewan juri, juara umum lomba desain sasirangan tahun 2025 diraih Sri Rahayu Artadeva dari Desa Martadan Baru dengan judul Pandan Laut di Sepanjang Pantai.

Reporter: Suhardadi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *